
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Lombok Utara mempermudah pelayanan bagi para pengusaha. Tercatat ada dua trobosan inovasi yang akan dilakukan di tahun depan.
Instansi yang berbasis di Tanjung ini, pertama akan melaksanakan pelayanan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di wilayah Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air). Hal ini diungkapkan Kepala DPMPTSP dan Naker KLU Evi Winarni, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangka meningkatkan kepatuhan pelaporan dan memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha. Pelayanan ini ditujukan bagi seluruh pelaku usaha yang belum menyampaikan LKPM atau membutuhkan pendampingan teknis dalam penyusunan dan penginputan laporan melalui sistem OSS.
“Kegiatan akan dilaksanakan pada bulan Januari Tahun 2026 untuk periode pelaporan Triwulan IV Tahun 2026,” ujarnya.
Dijelaskan, melalui kegiatan ini para pelaku usaha dapat memperoleh bimbingan langsung dari petugas, konsultasi, serta asistensi teknis secara gratis. Dipilihnya Tiga Gili bukan tanpa alasan, mengingat di sana merupakan area pariwisata terbesar sehingga untuk memudahkan dan memberikan pelayanan terbaik bagi pemegang modal khususnya asing, supaya mereka tidak perlu repot ke kantor dinas.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di wilayah Gili Tramena untuk memanfaatkan kesempatan ini agar kewajiban pelaporan LKPM dapat dipenuhi tepat waktu,” jelasnya.
Selain di bidang penanaman modal, inovasi lainnya lanjut Evi, yaitu pada sektor perizinan dengan menghadirkan satu aplikasi layanan terpadu berbasis digital bernama Gili Matra (Gapai Layanan Izin Inovatif Lombok Utara). Aplikasi Gili Matra dirancang sebagai platform layanan publik yang dapat diakses secara mobile oleh masyarakat.
Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kemudahan, mulai dari pengambilan nomor antrean Mal Pelayanan Publik (MPP) secara online, akses informasi jenis-jenis layanan perizinan, hingga data potensi penanaman modal dan investasi di Kabupaten Lombok Utara.
“Di dalam aplikasi Gili Matra juga tersedia akses ke pasar kerja, termasuk informasi ketenagakerjaan, serta daftar lengkap layanan yang tersedia di MPP,” beber Evi.
Aplikasi tersebut nantinya dapat diunduh melalui Play Store, sehingga masyarakat tidak lagi harus datang langsung ke kantor untuk mengambil antrean. Seluruh proses layanan dapat dilakukan secara daring, lebih cepat, dan lebih efisien.
“Artinya pelayanan bisa dilakukan secara mobile. Masyarakat tidak perlu lagi mengambil antrean manual di kantor, semuanya bisa diakses secara online,” tambahnya.
Saat ini, aplikasi Gili Matra masih dalam tahap proses pengajuan ke Google dan direncanakan akan dilaunching pada awal tahun 2026. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mempercepat proses perizinan sekaligus meningkatkan transparansi dan kemudahan layanan publik.
Tak hanya untuk masyarakat, aplikasi Gili Matra juga ditujukan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Lombok Utara. Melalui aplikasi ini, calon investor dapat melihat berbagai potensi investasi unggulan yang dimiliki daerah, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum berinvestasi.
“Tujuan utama kami adalah mempermudah layanan, baik bagi masyarakat maupun investor, serta mempercepat proses perizinan secara online,” tegas Evi.
DPMPTSP dan Naker Lombok Utara juga memastikan bahwa pelayanan mobile untuk wilayah Gili Matra akan menjadi salah satu fokus pada tahun 2026. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Tak kalah penting, pada tahun 2026 mendatang DPMPTSP dan Naker ombok Utara juga tetap akan melaksanakan Job Fair, sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri, sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kemudian ada job fair yang tetap kita lakukan di 2026 nanti,” tutupnya.(iko)






