Wabup KLU saat berdiskusi dengan perwakilan perusahan di Job Fair. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar kegiatan job fair atau bursa tenaga kerja sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah tersebut.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Lombok Utara, Evi Winarni, mengatakan kegiatan job fair tahun ini diikuti sebanyak 34 perusahaan dengan total lebih dari 600 lowongan pekerjaan yang tersedia bagi para pencari kerja.

“Tujuan dari job fair ini tentu untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Saat ini ada 34 perusahaan yang bergabung dengan lowongan lebih dari 600 pekerjaan,” ujarnya Rabu (20/05/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan tenaga kerja yang terserap berasal dari Lombok Utara. Namun, antusiasme pencari kerja juga datang dari berbagai daerah lain di Pulau Lombok.

“Peminatnya tidak hanya dari Lombok Utara saja, tetapi juga ada dari Lombok Timur, Lombok Barat hingga Kota Mataram,” katanya.

Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 149 pencari kerja telah mendaftar sejak pukul 09.00 WITA dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Evi juga mengungkapkan, pada pelaksanaan job fair tahun sebelumnya, jumlah tenaga kerja yang berhasil terserap mencapai sekitar 900 orang, termasuk untuk penempatan luar negeri.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen berasal dari Lombok Utara,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, mengatakan kegiatan job fair merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran.

“Job fair ini yang keempat kali kita lakukan sebagai salah satu ikhtiar untuk mengurangi angka pengangguran,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemkab Lombok Utara berkomitmen melaksanakan kegiatan serupa setiap tahun. Bahkan ke depan, job fair tidak hanya dilakukan secara offline, tetapi juga akan dikembangkan secara online agar jangkauannya lebih luas.

“Selain offline, kita akan coba melakukan job fair secara online sehingga jangkauannya tidak terbatas. Perusahaan juga bisa lebih mudah mencari karyawan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Menurutnya, jika dukungan anggaran memungkinkan, pemerintah daerah berencana menambah frekuensi pelaksanaan job fair menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Kita melihat minat masyarakat dan kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi. Tidak menutup kemungkinan tahun depan job fair diperbanyak. Untuk online sendiri segera akan kita laksanakan melalui aplikasi,” tambahnya.

Ia berharap melalui sosialisasi yang terus dilakukan, semakin banyak masyarakat pencari kerja mengetahui dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia melalui program tersebut.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here