Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Seorang pekerja mitra PLN meninggal dunia saat menjalankan pekerjaan perbaikan jaringan listrik di Simpang Empat Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Korban diketahui berinisial ES, berusia 43 tahun, warga Dusun Pade Mare, Desa Pringgabaya. Ia merupakan pekerja PT Bumi Sentosa, perusahaan mitra PLN ULP Pringgabaya yang saat itu sedang melaksanakan pekerjaan teknis di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban tersengat listrik ketika sedang berada di atas tiang untuk melakukan perbaikan jaringan.
“Korban mengalami kecelakaan kerja tersengat aliran listrik saat perbaikan jaringan. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan di lokasi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WITA. Korban bersama enam orang rekannya melakukan pekerjaan pemotongan dan penyambungan kabel listrik. Setelah sempat beristirahat siang, aktivitas kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.30 WITA.
Saat pekerjaan dilanjutkan, korban naik ke tiang listrik bersama tiga rekannya. Sementara petugas lainnya berada di bawah untuk membantu serta melakukan pemantauan. Namun, ketika korban memotong salah satu kabel dan hendak menyambungkannya kembali, tubuh korban tiba-tiba tersengat aliran listrik.
Rekan korban yang berada di atas tiang langsung berusaha memberikan pertolongan. Mereka mencoba melepaskan tangan korban dari kabel tersebut. Setelah berhasil dilepaskan, tubuh korban sempat tertahan oleh tali pengaman sebelum akhirnya diturunkan dari atas tiang.
Korban kemudian segera dibawa ke Puskesmas Pringgabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia. Pada tubuh korban juga ditemukan luka bakar di bagian jari tangan kiri yang diduga akibat sengatan listrik.
Peristiwa ini menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya terkait penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 dalam pekerjaan berisiko tinggi. Aspek pengamanan jaringan, pengawasan di lapangan, serta kesiapan perlengkapan keselamatan pekerja menjadi bagian yang turut disorot dalam insiden tersebut.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan kronologi lengkap serta mengetahui faktor yang menyebabkan korban tersengat listrik.
Di sisi lain, Kepala K3 PLN Area Lombok Timur Selaparang, Weriya, menyampaikan bahwa petugas yang bekerja di lapangan telah menggunakan perlengkapan keselamatan kerja sesuai ketentuan.
Menurutnya, sebelum pekerjaan dilakukan, petugas telah dilengkapi alat pelindung diri seperti sepatu safety, sarung tangan, helm pengaman, tali pengaman, serta perlengkapan pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan alat keselamatan merupakan prosedur wajib dalam setiap pekerjaan perbaikan jaringan listrik.
Meski begitu, Weriya menyebut pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Jenazah ES telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. Sementara itu, Polres Lombok Timur masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap secara jelas penyebab kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja mitra PLN tersebut.(dan)







