Gerbangindonesia.co.id – MATARAM – BPJS Ketenagakerjaan memperluas makna perlindungan sosial dengan menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada pemberian santunan, tetapi juga mendorong keluarga peserta untuk memiliki kemandirian ekonomi. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), para ahli waris dibekali keterampilan agar mampu mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Program PEKA di Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng Bank NTB Syariah sebagai mitra strategis. Sebanyak 52 ahli waris peserta mengikuti kegiatan yang mencakup pelatihan kewirausahaan, konsultasi pengembangan usaha, serta edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan akses layanan perbankan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menuturkan bahwa manfaat jaminan sosial akan memberikan dampak yang lebih besar apabila disertai upaya pemberdayaan. Menurutnya, keluarga peserta yang kehilangan tulang punggung ekonomi membutuhkan kesempatan untuk kembali berdiri melalui usaha yang produktif.
Ia menjelaskan bahwa Program PEKA dirancang sebagai sarana membangun kemampuan berwirausaha. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar mengenai bisnis, tetapi juga didampingi agar mampu mengelola modal, meningkatkan produktivitas, hingga menghasilkan keuntungan yang dapat menopang kebutuhan keluarga dalam jangka panjang.
Saiful menilai kolaborasi dengan Bank NTB Syariah menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut. Sinergi antarinstansi dinilai mampu menghadirkan layanan yang lebih komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas hingga kemudahan akses terhadap layanan keuangan.
Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa selama tahun 2025, total manfaat jaminan sosial yang disalurkan kepada peserta dan ahli waris di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp430,93 miliar melalui 50.006 klaim. Adapun hingga Juni 2026, pembayaran manfaat telah terealisasi sebesar Rp259,05 miliar kepada 29.554 penerima.
Menurut Saiful, besarnya nilai manfaat tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan. Dengan cara itu, dana yang diterima tidak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menciptakan usaha yang terus berkembang.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa lembaganya mendukung penuh upaya pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan. Selain memberikan edukasi literasi keuangan, pihaknya juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin memperbesar skala usahanya.
Ia mengungkapkan bahwa Bank NTB Syariah telah menyalurkan bantuan melalui Program Tunas dengan nilai sekitar Rp10 juta kepada pelaku usaha binaan. Ke depan, bank daerah tersebut berencana menghadirkan skema pembiayaan yang lebih sederhana agar semakin mudah dijangkau oleh pelaku usaha mikro.
Program tersebut turut mendapat perhatian dari Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, yang hadir dalam kegiatan. Ia memberikan apresiasi terhadap langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan inovasi yang menggabungkan perlindungan sosial dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Muhammad Yohan Firmansyah, menyampaikan bahwa jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Lombok Timur saat ini telah mencapai sekitar 180 ribu pekerja. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator semakin besarnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap keluarga peserta yang menerima manfaat tidak hanya mampu melewati masa sulit setelah kehilangan pencari nafkah, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun usaha yang mandiri. Dengan demikian, perlindungan yang diberikan tidak berhenti pada santunan, melainkan menjadi awal lahirnya kemandirian ekonomi bagi keluarga pekerja di Nusa Tenggara Barat.(dan)







