Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur mulai menerapkan strategi baru dalam mengelola aset keuangan perusahaan dengan memanfaatkan dana kas yang belum digunakan melalui penempatan deposito di Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan dana sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan, Rabu (08/07/2026).
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, S.Kep, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp2 miliar untuk tahap awal penempatan deposito. Besaran tersebut masih bersifat dinamis dan diproyeksikan dapat meningkat hingga Rp5 miliar apabila kondisi keuangan perusahaan terus membaik.
Menurutnya, dana yang akan ditempatkan merupakan saldo kas yang sementara belum digunakan untuk membiayai aktivitas operasional. Daripada hanya tersimpan di rekening, dana tersebut dinilai lebih produktif apabila diinvestasikan pada instrumen yang tetap aman dan mampu memberikan keuntungan melalui bunga deposito.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengurangi kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Pasalnya, dana yang disimpan tetap dapat ditarik kembali sewaktu-waktu apabila dibutuhkan untuk membiayai operasional maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Pendapatan yang diperoleh dari bunga deposito nantinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, hasil pengelolaan dana tersebut juga akan diarahkan guna mendukung peningkatan mutu layanan air bersih, pelaksanaan kegiatan sosial, serta berbagai program pembinaan yang menyentuh masyarakat.
Di saat bersamaan, PDAM Lombok Timur juga terus memperluas kapasitas organisasinya. Sejumlah unit pelayanan dipersiapkan naik kelas menjadi kantor cabang seiring meningkatnya jumlah pelanggan di beberapa wilayah pelayanan.
Manajemen menargetkan setiap unit yang akan ditingkatkan statusnya mampu memenuhi syarat minimal 3.000 sambungan rumah (SR). Saat ini beberapa unit telah melayani lebih dari 2.300 SR, sehingga penambahan pelanggan baru menjadi fokus utama dalam beberapa bulan ke depan.
Dukungan terhadap langkah tersebut datang dari Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Ia menilai kebijakan menempatkan dana pada deposito merupakan keputusan yang tepat karena selain memberikan keuntungan finansial bagi PDAM, langkah itu juga ikut memperkuat perputaran dana pada BPR sebagai bank milik pemerintah daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati meminta jajaran PDAM melakukan evaluasi terhadap piutang pelanggan yang nilainya mencapai sekitar Rp11 miliar. Pemerintah daerah menginginkan adanya pendataan ulang untuk memastikan pelanggan yang benar-benar berasal dari kelompok ekonomi lemah dapat memperoleh kebijakan keringanan.
Melalui proses verifikasi yang menyeluruh, pemerintah membuka peluang penghapusan tunggakan hingga sekitar Rp5 miliar bagi pelanggan yang memenuhi kriteria. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sementara pelanggan lainnya tetap diimbau memenuhi kewajiban pembayaran sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan layanan air bersih di Kabupaten Lombok Timur.(dan)







