GerbangIndonesia, Mataram – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Lapangan Bhara Daksa Mapolda NTB pada Kamis dini hari (16/07/2026). Di bawah sorotan layar lebar yang menyiarkan laga semifinal Piala Dunia antara Inggris melawan Argentina, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar nonton bareng (nobar) bersama ratusan masyarakat dari berbagai kalangan.
Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan antusiasme masyarakat yang memadati lapangan sejak malam hari. Ia menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan kemanunggalan antara aparat dan rakyat.
“Terima kasih, nonton sepak bola Piala Dunia ini merupakan kebersamaan kita dengan masyarakat. Ini untuk mewujudkan rasa kebersamaan antara masyarakat, Manunggal dan Polri, serta komunitas-komunitas untuk mendukung program TVRI sebagai lembaga penyiaran Piala Dunia 2026,” ujar Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja di sela-sela acara.
Menurut jenderal bintang dua tersebut, sepak bola bukan sekadar permainan taktik di lapangan hijau, melainkan sebuah media sosial yang sangat efektif untuk meruntuhkan sekat pembatas antara polisi dan warga.
“Sepak bola ini sifatnya menjadi pemersatu komunitas, tempat berkumpul, dan membuat akrab antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.
Keunikan nobar kali ini terletak pada komposisi penonton yang hadir. Polda NTB secara khusus mengundang para pekerja lapangan, pelaku usaha kecil, hingga jurnalis untuk menikmati pertandingan akbar empat tahunan ini bersama-sama.
“Dalam kegiatan nonton bareng pada malam hari ini, kita memanggil rekan-rekan dari UMKM, kemudian dari pengemudi ojek online, pedagang kaki lima, termasuk dari rekan-rekan wartawan. Ini adalah unsur komponen yang sifatnya kebersamaan dalam rangka menyaksikan pertandingan yang digelar empat tahun sekali,” jelas Kapolda.
Bagi Irjen Pol. Kalingga, momen berkumpul di Lapangan Bhara Daksa ini menjadi kesempatan berharga bagi jajarannya untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sembari melepas penat dari rutinitas kedinasan yang padat.
“Ya ini merupakan olahraga yang paling digemari masyarakat. Kita kumpul bareng, saling ngobrol, saling diskusi santai di tengah perjalanan dinas dan masing-masing punya pekerjaan, sehingga hubungan kita menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
Meskipun pertandingan berlangsung hingga dini hari dan berpotensi memicu rasa lelah, Kapolda memastikan kesiapan jajarannya dalam memberikan pelayanan keesokan harinya tidak akan kendur sedikit pun. Saat ditanya mengenai kondisi fisik para personelnya yang harus langsung bertugas pagi hari, ia memberikan jawaban yang santai sekaligus memotivasi.
“Tidak masalah, nanti kalau capek bisa langsung istirahat sejenak atau langsung lanjut dinas lagi,” pungkasnya sembari tersenyum ramah. (*)







