GerbangIndonesia, Mataram – Bank NTB Syariah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dengan memperkuat layanan transaksi berbasis digital. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan nasabah dalam mengakses berbagai layanan perbankan.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Adhi Susanto, mengatakan pengembangan bisnis digital saat ini menjadi salah satu fokus perusahaan, terutama pada sektor pendanaan di luar bisnis pembiayaan yang menjadi usaha utama perbankan.
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media saat ditemui di Kantor Utama Bank NTB Syariah Mataram, Jumat (11/09/2026).
“Fokus kami saat ini kepada pengembangan bisnis digital untuk pendanaan di luar pembiayaan yang menjadi usaha utama perbankan. Kami juga telah memberikan kemudahan transaksi menggunakan QRIS bagi pedagang-pedagang kecil dan menengah,” ujar Adhi.
Menurutnya, penerapan transaksi digital sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti. Tantangan terbesar justru bagaimana memastikan berbagai inovasi yang dikembangkan Bank NTB Syariah benar-benar mudah dipahami dan digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan tersebut. Bank NTB Syariah secara berkelanjutan memberikan edukasi agar masyarakat tidak hanya mengenal layanan digital, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara aman dan tepat.
“Tantangannya sebetulnya semacam challenge kita ke depan, bagaimana memberikan literasi kepada masyarakat. Saat ini kami telah menyiapkan pojok literasi untuk masyarakat di Kantor Cabang Pembantu Dasan Agung. Di sana masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai berbagai program yang ada di Bank NTB Syariah,” jelasnya.
Di sisi lain, Adhi menyebutkan perkembangan bisnis Bank NTB Syariah hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan bisnis tercatat meningkat dari bulan ke bulan, yang menurutnya menjadi indikator bahwa strategi pengembangan usaha yang dilakukan mulai memberikan hasil.
Pertumbuhan tersebut tetap diimbangi dengan pengawasan dan pembinaan literasi masyarakat secara berkesinambungan. Langkah ini penting agar ekspansi layanan digital tidak hanya mengejar pertumbuhan transaksi, tetapi juga memberikan rasa aman kepada nasabah.
“Kami tentu akan tetap memberikan pengawasan ketat terhadap program digital ini guna mencegah berbagai hal, terutama yang dapat merugikan nasabah kami,” tegas Adhi.
Dengan penguatan layanan digital yang dibarengi edukasi dan pengawasan, Bank NTB Syariah berharap transformasi digital perbankan dapat semakin diterima masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah di NTB. (adi)







