
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas yang melanda wilayah tersebut.
Selain fokus menangani krisis air bersih akibat kekeringan, BPBD KLU juga menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran yang berpotensi terjadi ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.
Kepala Pelaksana BPBD KLU, Zaldy Rahadian, mengatakan potensi karhutla menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi selama periode cuaca panas. Kewaspadaan masyarakat dan langkah pencegahan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran meluas.
Menurutnya, upaya penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak kekeringan, tetapi juga mencakup pencegahan terhadap potensi bencana lain yang dapat muncul akibat kondisi cuaca.
“BPBD KLU mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan sedang kering,” tegas Zaldy, Senin (12/10/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran. Pelaporan sejak dini diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.
Di tengah kondisi cuaca panas, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan karhutla.
Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan dan keselamatan warga.
“Selain menjaga ketersediaan air bersih bagi warga terdampak kekeringan, kesiapsiagaan menghadapi karhutla juga perlu diperkuat guna melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara,” tutupnya.
BPBD KLU berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca panas berlangsung. Langkah pencegahan dan pelaporan cepat menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan sekaligus mendukung upaya penanggulangan bencana di Lombok Utara.(iko)




