GerbangIndonesia, Jakarta – Dua tim dari SMA Dea Malela (Pesantren Moderen Internasional Dea Malela), Sumbawa, NTB, berhasil meraih Medali Perunggu di Ajang Pameran Ilmu Pengetahuan dan Temuan Tingkat Nasional dan Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA UI dan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kegiatan tersebut, yaitu International Science and Invention Fair/ISIF dan National Science and Invention Fair/NSIF, berlangsung secara offline di Kampus UI Depok pada 12-17 Oktober 2026.
Tim 1 SMA Dea Malela yang mengikuti ISIF (tingkat internasional) menampilkan hasil penelitian dalam Bahasa Inggeris berjudul “Brikaroma Kemiri: Aromatic briquettes utilizing lemongrass essence and candlenut shell waste as a mosquito repellent” terdiri dari santri Kelas 11 atas nama Aisyah Dhiyaul Birra, Izzati Abdurraimi, dan Winda Zainurraeni. Sedangkan Tim Kedua untuk NSIF (tingkat nasional), yang terdiri dari santri Kelas 11 atas nama Safira Maulida Ulya, Naillah Nuwayyar, dan Nurul Nazira, menampilkan hasil penelitian berjudul “Ecoaroma: Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Aromaterapi dalam Mengurangi Limbah Rumah Tangga”.
“Walaupun dengan persiapan singkat sekitar dua bulan, namun anak-anak dapat menyelesaikan penelitian mereka dan alhamdulillah berprestasi di ajang ilmu dan teknologi tingkat internasional dan nasional”, ujar Ustadzah Indah Septi, MPd, Pembimbing Klub Peneliti Muda di lingkungan Pesantren Moderen Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela). Pesantren yang dirancang dengan visi menyiapkan calon ilmuwan Muslim/Muslimah ini memang menekankan kegiatan pembelajaran kurikuler dan kokurikuler pada integrasi agama dan ilmu pengetahuan-teknologi. Sebagai hasilnya, banyak alumninya kini melanjutkan studi di berbagai universitas di Russia, Amerika Serikat, Turkiye, China, Filipina, Malaysia, selain ke Al-Azhar di Mesir.
Menurut Direktur Urusan Pengajaran PMI Dea Malela Ustadz Roni Sabwan, MPd, prestasi di Ajang Ilmiah di Univeristas Indonesia ini menambah prestasi Santri SMA Dea Malela yang sebelumnya berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu di World Science Olympiad (WSO) di Denpasar Bali pada tahun 2024, dan 2025.
Pendiri dan Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin ikut bersyukur dan berbangga atas prestasi anak-didiknya, namun berpesan agar anak-anak tidak puas. To be good is not good enough, why not the best. Be the best! (menjadi baik tidak cukup baik, mengapa tidak menjadi yang terbaik, jadilah yang terbaik),” tegasnya. (*)







