GerbangIndonesia, Lombok Barat — Media Lenterahati mendorong penguatan kolaborasi jurnalistik melalui pembentukan grup WhatsApp Media Lenterahati sebagai wadah bagi wartawan untuk menyebarkan dakwah, informasi, dan edukasi yang positif, inspiratif, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Mudirul Aam Pondok Pesantren (Ponpes) Lenterahati Islamic Boarding School (IBS), Abah M.A. Muazir Habibi menerangkan bahwa Media Lenterahati diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi wartawan dari kalangan santri, guru, alumni, wali santri, maupun relawan yang memiliki komitmen berkontribusi dalam publikasi kegiatan dan informasi seputar lingkungan Lenterahati.
Melalui kolaborasi ini, kata Abah Muazir, publikasi tidak hanya berfokus pada kegiatan pesantren, tetapi juga mencakup prestasi santri, guru, dan lembaga, kisah inspiratif, pendidikan, dakwah, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kehadiran Media Lenterahati diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi yang mendidik sekaligus memanfaatkan media digital sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat,” jelas Abah Muazir Habibi, Kamis (22/10/2026).
Untuk menjaga konsistensi pemberitaan, Media Lenterahati menerapkan pola publikasi rutin bulanan, terutama ketika tidak terdapat agenda atau kegiatan khusus di lingkungan pesantren.
Setiap wartawan ditargetkan mempublikasikan minimal satu konten dalam satu bulan. Sementara itu, sedikitnya lima hingga enam wartawan dijadwalkan secara bergiliran untuk melakukan publikasi setiap bulannya.
Pola tersebut kata Abah Muazir, memberikan kesempatan kepada anggota untuk berpartisipasi aktif sekaligus mengembangkan kemampuan jurnalistik, mulai dari pengumpulan informasi, penulisan berita, dokumentasi kegiatan, hingga penyajian konten digital.
Terdapat tiga tema utama yang menjadi fokus publikasi, yakni dakwah, pendidikan, dan isu sosial.
Pada tema dakwah, konten dapat berupa nilai-nilai Islam, keteladanan, kisah inspiratif, dan kajian singkat. Tema pendidikan mencakup tips belajar, parenting, informasi pendidikan, serta kegiatan sekolah dan pesantren.
Adapun tema isu sosial meliputi kegiatan sosial, kepedulian masyarakat, lingkungan, kesehatan, dan berbagai persoalan lain yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Selain publikasi rutin, Media Lenterahati juga mendorong publikasi bersama ketika terdapat agenda atau kegiatan khusus.
Publikasi tersebut meliputi acara Lenterahati, prestasi santri dan guru, kegiatan sekolah atau pesantren, kunjungan, kerja sama, program khusus, serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota wartawan dapat berkontribusi secara bersama-sama dengan saling melengkapi materi pemberitaan. Dengan demikian, informasi mengenai kegiatan dan pencapaian Lenterahati dapat disajikan melalui beragam konten dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi anggota untuk berbagi pengalaman, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun kebiasaan memproduksi informasi secara terarah dan bertanggung jawab.
Media Lenterahati membuka kesempatan bagi anggota untuk menghasilkan konten dalam berbagai format, mulai dari foto dokumentasi, video kegiatan, tulisan atau artikel singkat, infografis, hingga konten reels dan story untuk media sosial.
Penggunaan beragam format ini diharapkan membuat informasi lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Meski demikian, setiap konten tetap harus mengedepankan prinsip positif, edukatif, dan inspiratif. Anggota juga diharapkan menjaga etika dan adab, menghindari unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta memastikan informasi yang disampaikan memiliki narasi jelas dan sumber yang benar.
Apabila diperlukan, anggota dapat menandai akun resmi Lenterahati. Koordinasi dengan admin grup juga dilakukan apabila terdapat informasi yang bersifat sensitif.
Media Lenterahati diharapkan menjadi ruang bersama untuk mengembangkan literasi digital, meningkatkan kemampuan jurnalistik, serta memperkuat penyebaran informasi yang bermanfaat.
Melalui kegiatan publikasi yang konsisten dan kolaboratif, anggota dapat mengasah keterampilan menulis, mendokumentasikan peristiwa, mengolah informasi, dan menyampaikan pesan kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
Di sisi lain, konten yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi sarana dakwah dan edukasi, memperkenalkan berbagai kegiatan positif Lenterahati, serta mengangkat kisah inspiratif dari lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar.
Dengan semangat “Bersama Menyebarkan Kebaikan, Menginspirasi Masyarakat,” Media Lenterahati mengajak seluruh anggota untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem informasi yang positif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui kolaborasi ini, media digital diharapkan tidak sekadar menjadi saluran penyampaian informasi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, pendidikan, kepedulian sosial, dan kebersamaan. (*)







