Bupati Najmul Akhyar saat berfoto usai membuka rakor. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar SH., MH., secara resmi membuka Workshop Peringatan Hari Migran Internasional Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara.

Mengusung tema “Bergerak Bersama untuk Perlindungan Pekerja Migran melalui Migrasi Aman dan Bermartabat Menuju Kesejahteraan yang Berkelanjutan,” workshop ini diikuti oleh 125 peserta.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Lombok Utara, serta sejumlah undangan lainnya.

Ketua Perkumpulan Pancakarsa, Aprina Utariani, menyampaikan bahwa kegiatan workshop merupakan agenda rutin yang krusial dalam memperkuat ekosistem perlindungan pekerja migran, rangkaian acara juga diisi dengan senam sehat dan program penutupan (closing program).

Aprina mengungkapkan bahwa terdapat enam desa yang telah merasakan dampak positif dari program, lebih membanggakan lagi, lima desa di Lombok Utara telah resmi menjadi bagian dari program “Desa Migran Emas” dan masuk dalam daftar 20 Desa Migran Emas terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami mendorong agar desa-desa tersebut segera memiliki peraturan desa (perdes) khusus, membangun sinergi dalam penganggaran, serta memperkuat jejaring pemerhati PMI baik di tingkat desa maupun kabupaten,” katanya

Ketua Pancakarsa juga Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dapat terus melanjutkan dan mengembangkan program serupa agar upaya perlindungan berjalan secara berkelanjutan.

Dalam workshop ini, sejumlah narasumber dijadwalkan memberikan materi mendalam terkait perlindungan PMI, di antaranya Wakil Bupati Lombok Utara, Kepala Dinas PMPTSP Naker KLU Evi Winarni, SP., M.SI., Perwakilan Bappeda KLU Wayan Suartana, S.ST., PI., dan Anggota DPRD KLU Tusen La Shima, SH.

“Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai berbagai aspek perlindungan, mulai dari prosedur penempatan yang aman hingga pemenuhan hak-hak pekerja migran,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Najmul Akhyar menegaskan bahwa peringatan Hari Migran Internasional adalah momentum penting untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat komitmen bersama.

Pekerja migran merupakan bagian penting dari pembangunan karena tidak hanya berjuang meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah dan nasional.

“Keberhasilan penempatan pekerja migran tidak cukup diukur dari jumlah warga yang berangkat ke luar negeri, tetapi juga dari terjaminnya keselamatan, terpenuhinya hak-hak pekerja, serta meningkatnya kesejahteraan mereka dan keluarganya,” tegas Bupati.

Bupati Najmul juga mengingatkan bahwa bekerja ke luar negeri masih menjadi pilihan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan, namun di balik peluang tersebut terdapat berbagai risiko yang harus diantisipasi.

“Risiko tersebut meliputi penempatan secara nonprosedural, penipuan, ketidaksesuaian perjanjian kerja, hingga pelanggaran hak-hak pekerja di negara tujuan,” katanya.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here