GerbangIndonesia, Lombok Barat – Ratusan warga Dusun Bongor, Kabupaten Lombok Barat, menggelar aksi penolakan terhadap rencana perluasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Rabu (28/10/2026).
Warga yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga kalangan pemuda berjalan kaki menuju lokasi TPA sekitar pukul 09.30 WITA untuk menyuarakan keberatan mereka atas pekerjaan yang mulai dilaksanakan hari itu.
Kepala Dusun Bongor, Nusaman menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penolakan tegas warga terhadap rencana perluasan TPA yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak kerugian nyata bagi masyarakat setempat. Ia menyebut proses sosialisasi yang dilakukan pihak pengelola dinilai belum memadai karena baru dilaksanakan satu kali, itu pun setelah masyarakat lebih dahulu menyampaikan keluhan.
“Kalau kita tidak ribut, mana ada sosialisasi juga,” katanya heran.
Senada dengan hal tersebut, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Dusun Bongor, Sarahan menyatakan bahwa masyarakat akan berupaya menghentikan aktivitas alat berat apabila pekerjaan di lapangan tetap dipaksakan berjalan.
“Keberatan warga sudah disampaikan sejak jauh hari. Namun karena pengerjaan terindikasi tetap dilanjutkan, masyarakat akhirnya memilih turun langsung ke lokasi,” jelasnya usai aksi.
Merespons aksi warga, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemrosesan Akhir TPA Kebon Kongok, Mulyadi Gunawan memberikan penjelasannya terkait aktivitas pengerjaan yang tengah berlangsung. Ia mengklarifikasi bahwa kegiatan di lapangan saat ini merupakan bagian dari program penataan kawasan, yang mencakup pembuatan saluran drainase keliling serta perbaikan jalan inspeksi untuk mengantisipasi luapan air lindi.
“Dinamika di lapangan timbul karena sosialisasi awal belum tersampaikan secara utuh kepada seluruh lapisan masyarakat. Tapi berdasarkan hasil pertemuan dan aspirasi warga, diputuskan bahwa seluruh aktivitas pengerjaan akan dihentikan sementara hingga tidak ada penambahan sarana atau pengerjaan baru di area tersebut,” jelasnya.
Pihak pengelola TPA Kebon Kongok berencana menggelar kembali sosialisasi lanjutan dengan melibatkan pihak pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan instansi terkait. Hasil kesepakatan tersebut nantinya akan dibuatkan komitmen tertulis demi memastikan keterbukaan informasi, sehingga aktivitas penataan fasilitas TPA dapat dipahami dan diterima secara komprehensif oleh masyarakat Dusun Bongor. (dil)






