GerbangIndonesia, Lombok Barat – Drs. H. Fauzan Husniadi, M.M., resmi menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Lombok Barat. Namun, jabatan strategis tersebut langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah besar, mulai dari pembenahan birokrasi hingga persoalan sekitar 7.000 anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan.
Fauzan Husniadi dilantik dalam upacara yang berlangsung di Aula Sudirman, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Rabu (4/11/2026).
Pengangkatannya ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 800/177/BKDPSDM/2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah atau janji jabatan, serta penandatanganan berita acara pelantikan. Selanjutnya, dilakukan serah terima jabatan dari Penjabat (Pj.) Sekda kepada Sekda definitif. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lombok Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan tegas kepada Fauzan Husniadi agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.
Nurul Adha menegaskan, posisi Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan memiliki peran sentral dalam menggerakkan roda pemerintahan dan mengoordinasikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lombok Barat.
Karena itu, Sekda yang baru diminta segera membangun konsolidasi dan memperkuat soliditas birokrasi. Ia mengingatkan agar tidak ada pengelompokan atau kubu-kubu di lingkungan pemerintahan maupun ego sektoral antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
“Seluruh OPD harus bekerja dalam satu kesatuan, menyatukan visi dan memperkuat koordinasi demi mendukung program serta kebijakan pemerintah daerah,” demikian penekanan Wakil Bupati.
7.000 Anak Tidak Sekolah Jadi Sorotan
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius dalam sambutan tersebut adalah masih adanya sekitar 7.000 anak usia sekolah di Lombok Barat yang tidak bersekolah.
Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk segera melakukan langkah konkret dan penanganan secara terkoordinasi.
Nurul Adha meminta persoalan tersebut tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan nyata agar anak-anak di Lombok Barat mendapatkan hak pendidikan sebagaimana mestinya.
Selain sektor pendidikan, pembenahan tata kelola birokrasi dan pengelolaan keuangan daerah juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah dituntut membangun sistem pemerintahan yang lebih tertib, efektif, transparan, dan akuntabel.
Di sisi lain, Nurul Adha turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTB dan tim panitia seleksi (pansel) atas dukungan dalam pelaksanaan seluruh tahapan seleksi terbuka jabatan Sekda Lombok Barat. Ia menilai proses tersebut berjalan lancar, transparan, dan profesional tanpa intervensi pihak mana pun.
Dengan dilantiknya Fauzan Husniadi sebagai Sekda definitif, tantangan berikutnya adalah membuktikan kemampuan dalam menyatukan kekuatan birokrasi dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan daerah.
Publik kini menanti langkah nyata Sekda baru dalam membangun pemerintahan yang solid, memperbaiki kualitas pelayanan publik, serta memastikan persoalan mendasar masyarakat, termasuk ribuan anak yang tidak bersekolah, mendapat penanganan serius. Jabatan baru, pekerjaan rumah pun menanti. (dil)







