GerbangIndonesia, Lotim – Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Lombok Timur tetap diimbau menjalankan protokol kesehatan. Baik saat melakukan aktifitas mengaji, maupun pembelajaran tatap muka di pondok pesatren.
Seksi Pontren Kemenag Lotim, H Sahrudin mengatakan, pihaknya terus turun untuk melakukan pemantauan kepada TPQ yang sedang melakukan pengajian. Hal ini guna memastikan penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren. Seperti penggunaan masker bagi santri hingga social distancing.
“Alahamdulillah setiap sore saya dan teman-teman turun ke pesantren. Setiap saya kunjungi, ternyata semuanya patuh,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (6/11).
Adapun proses pembelajarannya, dilakukan secara berjenjang. Dimana para santri dibagi, ketika melakukan pengajian, dan jam mengajinya juga dipersingkat.
“Setiap kita turun, selalu kita sampaikan. Kalau melakukan kegiatan belajar tatap muka, protokol kesehatan jangan sampai diabaikan,” pesannya.
Terpisah, salah seorang guru Lembaga Pendidikan Ahmad Arrumy Lendang Nangka Utara, Kamaruddin mengaku, selama pandemi ini, waktu belajar dan mengaji hanya tiga kali dalam seminggu.
“Ditambah Subuh sekali, jadi empat kali pertemuan,” katanya.
Lanjutnya, untuk penerapan protokol kesehatan sendiri, tetap diimbau kepada santri untuk menjalankan protokol kesehatan. Namun mengingat santri banyak yang tergolong dari anak-anak, sehingga protokol kesehatan seperti pemakaian masker, agak sulit sulit diterapkan.
“Kita tetap imbau kepada anak-anak untuk menggunakan masker, apalagi awal-awal itu tetap kita menggunakan masker. Tapi yang namanya anak-anak susah dibilangin, kalau cuci tangan dan jaga jarak kami tetap berupaya disiplin. Begitu juga dengan pemakaian masker,” tutupnya. (*)
Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.







