GerbangIndonesi, Lotim – Pembukaan belajar tatap muka pada 9 November lalu, disambut baik sejumlah pihak. Salah satunya Yayasan Pondok Pesantren Birul Walidain Kecamatan Sakra Barat. Dimana proses pembelajaran dilakukan dengan memperketat protokol kesehatan dan sistem shift dan lock shift sesuai edaran Kementerian Agama.
Ketua Yayasan Ponpes Birul Walidain H Bakar Hamzah mengatakan, proses pembelajaran tatap muka berlangsung sejak empat hari lalau, memnatik para siswa dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga tingkat Menengah Pertama di Yayasan tersebut.
“Proses belajar tatap muka kami lakukan sejak tanggal 9 November dengan penerapan protokol kesehatan. Proses pembelajaran juga diatur dengan sistem jarak dan jam belajar dikurangi,” ujarnya, Sabtu (14/11).
Kendati demikian pihaknya bersyukur, sebanyak 50 siswa tingkat TK , 127 siswa ringkat Madrasah Ibtidakyah (MI) dan 70 siswa SMP dapat belajar secara normal.
Dirinya mengakui proses belajar para siswa selama Pandemiy dilakukan secara daring dan metode guru keliling dengan mengunjungi para siswa ke rumah-rumah.
“Walapun menerapkan Prokes tapi kita tetap bersyukur pembelajaran bisa normal. Saat pandemi itu, guru-guru kita melakukan kunjungan kepada siswa-siswa kita,” katanya.
Ia melanjutkan, selain mengikuti peraturan Kemenag, pihaknya terus mendorong para siswa untuk mengikuti kegiatan belajar. Terlebih dalam menuntut ilmu agama. (*)







