GerbangIndonesia, Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Lombok Timur, melaunching program the Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to Covid-19 (ACTION). Program ini dibuka langsung Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik yang ditandai dengan pemukulan gendang beleq dan disaksikan seluruh peserta kegiatan.
Sekda menyampaikan, sinergi semua pihak dalam menghadapi pandemi Covid-19 mutlak dibutuhkan. Dirinya menyambut baik program tersebut, dimana Lotim menjadi salah satu daerah lokasi kegiatan ini selain Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Makassar.
“Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena dinilai memiliki beban kasus yang meningkat dan secara signifikan terkena dampak pandemi,” ujar Juaini.
Alasan lainnya adalah penduduk yang padat, angka kemiskinan yang tinggi, kekerasan terhadap perempuan yang meningkat selama masa pandemi Covid-19, serta jumlah kelompok rentan yang banyak. Karenanya membutuhkan intervensi untuk pengurangan risiko penularan Covid-19 dan pemulihan sosial dan ekonomi.
Lanjutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan solidaritas masyarakat miskin dan marjinal terkait dampak pandemi Covid-19. Program yang akan berlangsung selama 24 bulan tersebut, akan berakhir pada tahun 2022 dan menargetkan komunitas marjinal dan dengan risiko tinggi di desa dan perkotaan dalam dua fase.
“Fase pertama ini berfokus dalam kesehatan, air, dan sistem sanitasi. Fase kedua menindaklanjuti perbaikan ekonomi dan kondisi sosial,” papar Sekda.
Adapun ACTION kata Juani merupakan sebagai sebuah proyek mendukung kebutuhan fasilitas perawatan kesehatan, layanan kesehatan mental, sistem air dan sanitasi, inisiatif pertanian, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas, bantuan penggalangan dana, asesmen bantuan keuangan dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Proyek yang digawangi konsorsium dengan Hivos yang bermitra denganSAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET juga akan mendukung pemerintah disemua lini untuk menangani dampak Pandemi dan respon terhadap kebutuhan darurat dengan pendekatan multisektoral.
Peluncuran proyek yang berlangsung secara virtual melalui zoom meeting ini dihadiri duta besar Uni Eropa untuk Indonesia dan dihadiri pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilanKementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Youth Interfaith Forum on Sexuality, organisasi masyarakat sipil, Puskesmas, jugasektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). (*)







