GerbangIndonesia, KLU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapupaten Lombok Utara (KLU) menggelar acara simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS serta sistem informasi rekapitulasi suara di Lapangan Umum Papak Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Senin (23/11).

Kapolres KLU, AKBP Feri Jaya Satriansyah SH menilai, simulasi itu penting dilakukan. Sebab Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya.

“Pilkada kali ini di gelar di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua kegiatan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Untuk itu kita harus melakukan simulasi agar semua berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini,” jelasnya.

Dalam simulasi itu digambarkan bahwa semua TPS wajib menyeiapkan alat semprot disinfektan, tempat cuci tangan, hand sanitizer, tisu, thermo gun, sarung tangan, alat pelindung diri dan masker, baju hazmat, logistik dengan perlengkapan lainnya.

Selain itu secara umum pelakasaan pemungutan suara berbeda dengan yang pernah dilakukan pada periode sebelumnya. Dimana pada tahapan PiIkada serentak kali ini diketatkan dengan prokes di setiap TPS, petugas KPPS beserta perangkat lainnya diharuskan melakukan persiapan segala sesuatunya hingga proses pemungutan suara berjalan lancar.

Berikutnya apabila ada pemilih yang terpapar Covid-19, mereka tetap akan diperbolehkan melakukan pencoblosan di bilik suara dengan ketentuan. Mereka akan didampingi Petugas KPPS dan Linmas yang telah dilengkapi dengan APD, setelah orang tersebut melakukan pencoblosan, petugas akan melakukan sterilisasi terhadap bilik suara yang telah dipakai oleh pemilih yang terpapar tadi.

Kemudian simulasi yang dilakuan terkait pemilih yang tidak bisa menunjukkan bukti identitas atau surat undangan dari KPU, dalam acara itu disimulasi bahwa jika ada masyarakat yang datang ke TPS dan hendak memberikan hak pilihnya namun tidak bisa menunjukkan bukti dirinya sebagai warga yang mempunyai hak pilih di KLU seperti surat undangan, KTP dan identitas sejenis lainnya maka orang tersebut tidak akan diizinkan masuk kearena pemilihan apalagi memasuki bilik suara.

Kegaduhan yang terjadi di Lokasi TPS petugas KPPS akan meminta bantuan kepada personil Pam TPS dan langsung menghubungi pihak kepolisian setempat untuk melakukan tindakan pengamanan.

Kapolres kembali menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan pengamanan ekstra pada Pilkada kali ini, jika memungkinkan dia akan menyiagakan satu orang personel atau lebih dari kepolisian yang akan standby di setiap TPS.

“Mengenai jumalah personel kepolisian yang akan disiagakan di setiap TPS. Kami akan sesuakin dengan kebutuhan untuk masing-masing TPS nantinya,” pungkasnya. (*)

Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here