GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak lima siswi kelas VII SMPN 1 Suela Lombok Timur yang sempat viral di TikTok gegara vidio aksi injak rapor mengaku menyesali perbuatannya. Aksi itu awalnya dilakukan karena tidak puas atas nilai rapor yang diterima selama belajar daring beberapa waktu lalu.

Salah seorang siswi yang ikut dalam video tersebut, inisial MA mengatakan, dirinya tidak menyangka video tersebut akan viral. Mengingat ia dan teman-temannya hanya membuat video itu hanya untuk dikonsumsi peribadi.

“Kita hanya iseng-iseng saja Pak. Kami juga tidak mempunyai akun TikTok untuk mempublikasikannya. Saya juga tidak tahu apa itu TikTok, teman saya hanya meminta saya untuk mengirim video itu dari WhatsApp,” akunya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Suela, Kasri menjelaskan, setelah mendapatkan video tersebut, pihak sekolah langsung mengadakan rapat internal sekolah. Ini untuk menindaklanjuti aksi yang dilakukan para siswi kelas VII tersebut.

Adapun dari pertemuan pihak sekolah tersebut menghasilkan pilihan kepada siswi yakni memindahkan para siswi tersebut ke sekolah lain atau dikembalikan kepada orang tua untuk dididik.

“Dari hasil rapat, akhirnya pihak sekolah tidak akan mengeluarkan siswi-siswi itu dan masih menggap mereka tetap menjadi siswi SMPN 1 Suela,” ujarnya.

Terpisah, Asisten Ombudsman NTB Bidang Penyelesaian Laporan, Sahabudin menyatakan, saat melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dan Dikbud Lotim, semua siswi tersebut sudah dapat melaksanakan sekolah kembali di SMPN 1 Suela.

“Ini adalah tugas kita bersama. Anak-anak ini adalah korban Medsos, sehingga kita harus bijaksana menyikapi hal itu,” ungkap Sahabudin.

Dikatakannya, pihak sekolah dan para orang tua sudah membuat pernyataan bersama akan mengawal anak-anak tersebut di sekolah maupun di rumah, agar anak tersebut ada predikatnya sebagai seorang pelajar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here