GerbangIndonesia, Lobar – Salah satu proyek penataan di kawasan Senggigi senilai Rp 1,6 miliar kembali ambrol. Ambrolnya proyek di dekat Hotel Pasific ini diduga lantaran hujan lebat selama beberapa hari terakhir. Sebelumnya di tahun 2021 ini, ada dua titik proyek bernilai Rp 4,2 miliar longsor. Keduanya Kawasan Sheraton dan Alberto.
Deretan musibah yang terjadi di kawasan Senggigi ini pun memantik statemen dari berbagai pihak. Salah satunya Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Forum Kepala Desa Gunungsari-Batulayar (FK2GB), Sahril SH. Menurutnya, sejumlah proyek yang dikerjakan Pemkab Lombok Barat beberapa waktu terakhir bukan hanya lantaran alam. Melainkan ada faktor manusia di dalamnya.
“Jangan sedikit-sedikit salahkan alam. Jikalau pekerjaannya tidak sesuai dengan konstruksi yang benar, tidak mungkin ambol padahal baru selesai dibangun,” tegas pria asal Desa Jeringo itu.
Atas kejadian itu, dirinya sebagai masyarakat Lombok Barat berharap pihak Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK untuk menulusuri kasus ini.
Sebelumnya, Kapolsek Senggigi, Kompol Bowo Tri Handoko menerangkan, ambrolnya proyek itu terjadi sekitar pukul 16.30 wita Senin (22/2). Pihaknya mendapat infomasi itu dari warga.
“Personel Polsek Senggigi mendapat informasi telah terjadi peristiwa langsung ke TKP. Kaki sudah menaruh Plank untuk waspada di sana,” singkatnya pada media.
Sementara itu, pihak Pemkab Lombok Barat hingga kini belum ada pernyataan resmi atas peristiwa tersebut. (*)







