GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memperbolehkan masyarakat untuk melakukan ibadah salat tarawih di semua masjid di Lotim. Padahal, kasus Covid-19 di Lotim maupun NTB secara umumn masih mengkhawatirkan.

“Meski pandemi, tapi kita sudah terbiasa melakukan jumatan dengan protokol kesehatan ketat. Saya mengizinkan untuk seluruh masjid di Lotim digunakan untuk tarawih,” ujar Sukiman saat ditemui di Gedung DPRD Lotim, Kamis (1/4).

Dikatakannya, diperbolehkannya tarawih di semua masjid di Lotim, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua masjid harus menyiapkan thermo gun, tempat cuci tangan dan mengatur jarak sebagimana yang telah di terapkan selama salat Jumat.

Ia menambahkan ketika selsai tarawih masyarakat juga diimbau untuk tidak bersalam-salaman dan beraktifitas bergerombolan usai salat tarawih.

“Selesai tarwaih langsung bubar ke rumah masing-masing. Jangan berkerumun,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau bagi semua imam mengurangi jumlah rakaat salat Tarawih menjadi 11 rekaat. Mengingat sebagian besar masyarakat selama ini menggunakan 23 rakaat.

“Imbauan Muhammadiyah juga begitu kan? Rakaatnya dikurangi, sehingga kita tidak berlama-lama di tempat itu. Itu juga kebijakan Pemda soal salat Tarawih,” bebernya.

Selain itu, ia berharap agar masyarakat juga tidak melakukan acara buka bersama (Bukber) mengingat hal membuat kerumunan dan berpotensi dalam penularan Covid-19. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here