GerbangIndonesia, Loteng – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah ‎menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) di hadapan ‎para wakil rakyat.‎

Dalam kegiatan sidang paripurna DPRD Lombok Tengah, Bupati Lombok ‎Tengah, HL Pathul Bahri menyampaikan beberapa prihal terkait kerja ‎Pemkab yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Tentunya juga ‎dengan membandingkan dengan capaian pada tahun 2019 lalu.‎

Di awal penyampaian, Pathul mengemukakan bahwa Pemkab Loteng memiliki ‎‎5 (lima) program super prioritas yang mesti dicapai, antara lain ‎adalah mempercepat pengurangan kemiskinan, percepatan pningkatan ‎Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penguatan struktur ekonomi, ‎peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup serta yang ‎terakhir adalah peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.‎

Namun begitu, lanjut Pathul dalam kesempatan itu, kinerja pemerintah ‎menyangkut pendapatan ‎dan belanja daerah tahun 2020 tidak bisa ‎‎dipisahkan dari kondisi pandemi covid – 19 yang ‎mengharuskan ‎pemerintah daerah melakukan ‎penyesuaian.Pemerintah telah melakukan ‎percepatan pengutamaan ‎penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu ‎‎(‎refocusing) dan perubahan alokasi anggaran ‎melalui optimalisasi ‎penggunaan Belanja Tidak ‎Terduga (BTT) yang tersedia dalam APBD tahun ‎‎anggaran 2020 dalam rangka antisipasi dan ‎penanganan dampak ‎penularan pandemi covid – 19.‎

‏Hal tersebut berimbas terhadap banyaknya ‎program kegiatan yang telah ‎direncanakan tahun ‎‎2020 harus disesuaikan kembali‎,” ungkapnya.‎

Lebih jauh disampaikan, imbas dari hal ini pula bahwa realisasi dari ‎target Pendapatan Daerah sebesar Rp.2.118.248.698.538,12 tidak bisa ‎teralisasi sepenuhnya.‎

“Terealisasi sebesar Rp.2.096.662.043.478,85 atau 98,98 persen,” ‎bebernya.‎

Uniknya, dalam penyampaian Pathul tersebut, meski di tengah kondisi ‎Pandemi, justru target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya ‎hanya RP.193.954.302.747,12‎ justru teralisi mencapai ‎106,38 persen ‎yaitu sebesar Rp.‎206.330.203.119,85.‎

Selain itu, untuk lain- lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan ‎sebesar Rp.423.391.451.791,00 realisasi sebesar Rp.26.480.071.927,00 ‎atau 100,73 persen.‎

“Untuk dana perimbangan yang ditargetkan sebesar ‎Rp.‎1.500.902.944.000,00 terealisasi sebesar Rp.1.463.851.768.432,00 ‎atau 97,53 persen,” jelasnya.‎

Selain menjelaskan mengenai Pendapatan dan Belanja Daerah, Pathul ‎juga mengungkapkan secara garis besar mengenai lima program super ‎prioritas yang sudah dijalankan.‎

Dimulai dari proogram pengentasan kemiskinan yang diklaim berhasil ‎dilakukan pada tahun 2020 lalu karena mengalami penurunan sebesar ‎‎0,19 persen dari 13,63 pada tahun 2019 menjadi 13,44 persen pada ‎tahun 2020.‎

“Berdasarkan data BPS, meskipun kita ‎dihadapakan dengan datangnya ‎‎bencana non alam covid–19, Alhamdulillah pada ‎tahun 2020 angka ‎kemiskinan tetap mengalami penurunan sebesar 0,19 ‎persen,” syukurnya.‎

Begitu juga dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ‎mengalami kenaikan. Bahkan diklaim paling tinggi dari seluruh ‎Kabupaten/Kota se NTB yaitu sebesasr 0,07 dari dari angka 66,36 ‎menuju 66,43.‎

“Hal ini membawa Lombok Tengah berada pada peringkat ke 7 di Provinsi ‎NTB,” ungkap Pathul kembali.‎

Meski ada peningkatan di beberap bidang, tetapi ternyata Lombok ‎Tengah mengalami kemunduran pada angka pengangguran. Untuk tahun ‎‎2020, angka pengangguran di Lombok Tengah meningkat drastis dari ‎angka 2,44 persen menuju ke angka 3,74 persen.‎

“Peningkatan pengangguran terbuka meningkat sebesar 1,3 persen,” ‎sambungnya.‎

Sementara mengenai infrastruktur, Pathul mengungkapkan bahwa ‎infrastruktur jalan yang umurnya sesuai ‎dengan umur teknis pada tahun ‎‎2019 mencapai ‎‎70,62 persen dan pada tahun 2020 mengalami ‎penurunan ‎menjadi 67,55 persen.‎

“‎Sementara luasan kawasan kumuh pada tahun 2019 ‎mencapai 53,01 hektar ‎pada tahun 2020 ‎berkurang menjadi 38,15 hektar dan jumlah spot ‎kawasan kumuh pada tahun 2019 ‎mencapai lima titik dan pada tahun 2020 ‎‎tersisa hanya tiga titik,” bangganya.‎

“Tugas – tugas mendatang semakin penuh ‎tantangan sejalan dengan ‎tuntutan dan ‎dinamika pembangunan untuk menuju peningkatan ‎‎kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi. Untuk itu diperlukan ‎sinergitas dan kerja keras ‎dari semua pihak dalam mencapai hasil-‎hasil ‎pembangunan yang kita harapkan bersama,” lanjut Pathul.‎

Dalam kesempatan itu juga, Pathuul menyampaikan bahwa dalam menyikapi ‎semakin meluasnya ‎penyebaran wabah covid–19 di wilayah Kabupaten ‎Lombok Tengah diperlukan dukungan semua pihak. Meskipun Pemda telah ‎berupaya ‎semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya ‎pencegahan ‎penyebaran covid – 19 ini sejak ‎ditetapkan status siaga darurat ‎bencana non ‎alam covid – 19 melalui keputusan bupati nomor ‎‎154 tahun ‎‎2020, namun berbagai upaya tersebut ‎tidak akan memberikan hasil ‎maksimal tanpa ‎dukungan semua pihak, terutama sekali ‎kesadaran ‎masyarakat.‎

“Untuk itu, melalui kesempatan yang baik ini, ‎saya mengajak seluruh ‎elemen masyarakat ‎untuk senantiasa ‎meningkatkan kewaspadaan serta ‎bersatu padu, ‎bahu membahu menangani penyebaran wabah ini ‎dengan ‎mematuhi semua himbauan dan protokol ‎yang telah ditetapkan oleh ‎pemerintah, baik ‎pusat maupun daerah,” ajaknya.‎

Usai Pathul menyampaikan LKPJ itu, Pimpinan DPRD Loteng, M Tauhid ‎langsung menskors sidang paripurna selama 10 menit guna pembentukan ‎gabungan Komisi.‎

Gabungan komisi sendiri resmi akan bekerja pada Senin (5/4) untuk ‎melakukan pembahasan mengenai LKPJ. (gi05)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here