GerbangIndonesia, Lotim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk memberikan masyarakat program yang lebih rel dan nyata kepada masyarakat. Hal ini berkaca pada program 10 juta ekor Sapi Brahman Australia di Lombok Timur.
“Yang lebih rill saja, yang memang bisa terealisasi. Jangan berikan masyarakat harapan besar,” ujar Ketua DPRD Lotim, Murnan saat ditemui di ruangannya, Selasa (8/6).
Kata dia, program penggemukan 10 juta ekor Sapi Brahman Australia tersebut dinilai program yang besar. Dirinya juga menyebutkan selama ini tidak ada program besar dari pemerintah.
“Program penggemukan 10 juta sapi ini bukan program pemerintah melainkan program dari HKTI. Sejauh ini tidak ada program besar dari pemerintah,” imbuhnya.
Dirinya berharap agar pihak terkait maupun Pemerintah untuk mengurangi janji yang bisa mendatangkan harapan besar kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Jika memang ada kejelasan terkait program tersebut, Murnan meminta agar masyarakat bisa dijelaskan terkait kelanjutan dari program tersebut. Sehingga masyarakat bisa teredukasi dan tidak terlalu mengharapkan bantuan.
“Jika memang ada kejelasannya, silakan jelaskan kepada masyarakat dengan baik-baik,” sarannya.
Murnan juga meminta agar masyarakat bisa diberikan usaha lain dan membantu untuk mengakses modal. Baik melalui dana KUR atau bantuan lainnya.
“Masyarakat kita yang sudah kedung buat kandang tapi jangan dirusak kandangnya, silakan dilanjutkan saja melihara sapi. Mungkin dengan cara beli atau apa,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







