Kabid Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (PPTK) Disnakertrans Lotim, Achmad Wardi. FOTO SUPARDI/GERBANGINDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Baiq Indriyani Seorang CPMI asal Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, Lombok Timur diduga kabur dari lantai empat Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Jawa Timur, Rabu (9/6). Sebelumnya, dirinya bersama sejumlah calon migrant lainnya mengikuti pelatihan di BLKN.

Kepala Bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (PPTK)  Disnakertrans Lotim, Achmad Wardi mengatakan, Indriyani melakukan aksi tersebut bersama empat CPMI lainnya menggunakan tali yang dibuat menggunakan kain.

“Kelima CPMI ini semuanya dari NTB, tapi dari kabupaten yang berbeda-beda. Ada yang dari Lombok Tengah, Sumbawa dan Indriyani sendiri,” terang Wardi saat ditemui GerbangIndonesia di ruangannya, Kamis (17/6).

Kata dia, kain yang digunakan tersebut tidak terlalu panjang sehingga mengakibatkan tiga orang CPMI tersebut mengalami patah tulang.

Adapun dari informasi yang didapatkan oleh pihak Disnakertrans Lotim dari pihak BLKLN, bahwa aksi kabur tersebut disebabkan karena adanya pihak luar yang menjanjikan pekerjaan yang lebih bagus dan bisa berangkat lebih cepat.

“Mereka ini dijanjikan berangkat lebih cepat, dan diberikan pekerjaan yang lebih baik. Karena kan mereka pelatihan selama tiga bulan di BLKN mungkin mereka tidak sabar menunggu,” imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut Baiq Indriani mengalami retak tulang pada bagian kaki, sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit di Jawa Timur.

“Padahal Indriani ini berangkat secara resmi. mengetahui informasi itu kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan menghubungi keluarganya,” katanya.

Lebih lanjut Wardi mengatakan, dari hasil koordinasi melalui Video Call dengan Indriani terkait kondisinya, bahwa Indriani mengalami retak tulang dan akan dilakukan dioperasi.

Adapun Indriani akan segera dipulangkan setelah menjalani operasi dan perawatan di Malang, sebab akibat kejadian tersebut dianggap mengundurkan diri dan tidak bisa melanjutkan perjalanan menjadi PMI. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here