GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bakal mengubah gedung pemuda dan mahasiswa Lombok Timur sebagai museum.
Bupati Lotim H M Sukiman Azmy mengatakan, alasannya menjadikan gedung tersebut sebagai museum dikarenakan banyak masyarakat yang tidak mengetahui fakta-fakta dan sejarah Lombhok Timur di masa lampau.
“Anak-anak kita sekarang banyak yang bertanya siapa Abdullah, Sayyid Saleh atau TGKH Muhammad Faesal? Banyak masyarakat kita yang melupakan sejarah para pejuang,” kata Bupati, Rabu (23/6).
Kata dia, setelah museum tersebut diresmikan dirinya meminta, agar Pemkab Lotim diberikan dokumentasi para pejuang pada saat peperangan dulu, baik dalam bentuk foto, maupun alat yang digunakan perang saat itu.
“Nanti dokumentasi-dokumentasi itu kita masukkan di dalam museum yang kita rencanakan itu,” katanya.
Sukiman menceritakan, peristiwa yang terjadi di Kecamatan Selong pada tahun 1947 lalu, ada peristiwa bersejarah yang terjadi yaitu,penyerangan dari masyarakat Lotim yang dipimpin oleh TGH. Muhammad Faesal, Sayyid Shaleh dan Sayyid Abdullah.
Menurut dia, dengan adanya buktinya sejarah tersebut para generasi kedepannya diharapkan bisa mempelajari peristiwa-peristiwa heroik tersebut. Kata dia, dokumentasi tersebut nantinya akan dijadikan simbol perjuangan, dan harus mendapatkan tempat yang terhormat.
Lanjut Sukiman, pihaknya juga sudah menyurati berbagai pihak yang terkait, namun sejauh ini dirinya belum menerima respons dari surat tersebut. Hal tersebut dilakukan guna meyakinkan akan dibangunnya museum di gedung pemuda dan mahasiswa. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







