Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah saat mengunjungi Sirkuit MotoGP, Minggu (15/8). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndinesia, Mataram – Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah memastikan logistik vaksin akan segera dikirim Kementerian Kesehatan pada akhir bulan Agustus ini.  Hal itu dikatakan Gubernur menyikapi stok vaksin kabupaten/kota yang selalu habis.

Selain itu, dalam rapat evaluasi mingguan pengendalian pandemi Covid-19 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Senin (16/8), percepatan itu dalam rangka mempersiapkan gelaran event Superbike di Sirkuit Mandalika pada November mendatang yang mensyaratkan 50 persen vaksinasi untuk masyarakat. Sedangkan data terbaru, cakupan vaksinasi NTB untuk dosis pertama sebanyak 16,09 persen dan dosis kedua sebesar 7,74 persen.

Baca Juga: Pengaspalan Rampung, NTB Wujudkan Sirkuit Internasional

“Kita berkejaran dengan waktu untuk persiapan menyambut gelaran Superbike. Oleh karena itu vaksinasi dapat dipercepat dan melibatkan semua pihak,” pinta Gubernur.

Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalillah menekankan prosedur standar operasi di pasar yang melibatkan pembeli, pedagang dan pengelola benar benar diterapkan sesuai ketentuan dalam PPKM level tiga. Begitupula dengan SOP di kantor, pesantren, sekolah, rumah makan, cafe, resto dan perjalanan serta sektor esensial dan fasilitas umum lainnya dan kegiatan sosial masyarakat beroperasi dengan pengaturan PPKM level III.

“Pengendalian harus dibarengi protokol kesehatan ketat karena vaksinasi membutuhkan waktu terbentuknya herd immunity,” jelas Wagub.

Wagub juga menyoroti posko PPKM berbasis desa yang belum 100 persen dibentuk yang angkanya baru 65,38 persen se-NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, HL Hamzi Fikri menguraikan, dalam 10 pekan terakhir ada peningkatan trend kesembuhan di 10 kabupaten/kota dari hasil verifikasi data All New Record. Begitupula dengan trend testing yang memadai meski secara rata rata sudah di atas 15 persen, namun secara umum belum mencapai 10 persen. Sedangkan positive rate diupayakan di bawah 10 persen.

Lebih lanjut, Kadikes menjelaskan, rasio tracing kontak juga naik. Ia mengakui pula terjadi lonjakan status rawat sebelum NTB masuk PPKM level III saat ini.

“Kenaikannya 272 persen di tahun ini karena isu global juga terkait varian virus baru tidak hanya NTB. Target kita turun ke level II,” jelas Fikri.

Ditambahkannya, hospital handling NTB berwarna hijau dengan ketersediaan kamar, oksigen dan obat obatan antivirus aman. Begitupula dengan fasilitas isolasi mandiri dsn terpadu yang sudah tersedia di kabupaten/ kota. Ia mengatensi kota Bima yang belum memiliki ICU. Untuk jangka panjang, Kadikes menekankan kabupaten/ kota untuk menyiapkan oksigen generator terutama di Sumbawa.

Baca Juga: NTB-NTT Tandatangan Pinjaman SMI, Gubernur: Prioritaskan Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat

Terkait vaksinasi, ia menyebut prioritas vaksin untuk dosis kedua karena angkanya yang jauh tertinggal dari vaksinasi dosis pertama serta belum stabilnya droping logistik dari pusat. (jm)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here