
GerbangIndonesia, Lotim – Pemkab Lombok Timur melakukan evaluasi Tim Aksi Cepat Sayang Ibu dan Anak (ACSIA) Lotim. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi di Lotim.
Sekertaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taufiq mengatakan, kematian ibu lebih banyak terjadi di rumah sakit. Dimaan pasien kerap sudah berada pada kondisi buruk ketika dirujuk ke rumah sakit, sehingga membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam penanganan.
Baca Juga: Sukses, AMSI-Google News Initiative Gelar Training Literasi di 10 Wilayah Indonesia
“Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari ekonomi hingga sosial psikologis,” sebut Juaini dalam agenda Evaluasi ACSIA di Ruapatama I Kantor Bupati Lotim, Rabu (22/9).
Juaini menilai, Tim ACSIA sangat penting khusunya di tingkat kecamatan dan desa. Sehingga ia memberikan tenggang waktu hingga akhir Oktober bagi seluruh Camat untuk membentuk dan menguatkan Tim ACSIA di level kecamatan.
“Saya akan cek, semua Camat harus meng SK-kan tim ACSIA di tingkat kecamatan. Saya beri waktu sampai Oktober,” tegas Juaini.
Juaini mengingatkan agar semua Camat mendorong pembentukan tim ACSIA di tingkat desa. Ia juga menyebutkan, Saat ini masih ada sejumlah kecamatan yang Tim ACSIA-nya belum di SK-kan.
Padahal Tim ACSIA tersebut, Juaini meyebutkan menjadi salah satu tim yang dibentuk paling awal untuk mewujudkan target RPJMD 2018-2023.
“Tapi kondisi Covid-19 ini menyebabkan semua kegiatan terkonsentrasi untuk penanganannya,” katanya
Selain itu, dirinya juga mengingatkan untuk melihat kembali efektivitas dan penegakan Peraturan Desa (Perdes) terkait pendewasaan usia pernikahan yang telah dimiliki hampir seluruh desa begitu juga dengan Posyandu Keluarga sebagai langkah pemetaan risiko.
Sekda menekankan pula pentingnya sinergisitas. Menurutnya, sinergitas semua elemen sangat penting sekali menjadi strategi untuk dapat mencapai target penurunan angka kematian ibu dan anak sesuai yang tercantum dalam RPJMD 2018-2023.
“Keterlibatan sektor terkait juga sangat kami diharapkan untuk mengambil peran. Insya Allah apa yang menjadi target kita bersama dapat terwujud,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, H Pathurahman menyampaikan kerja sama dan sinergi di semua level untuk menurunkan kasus kematian ibu dan bayi di Lotim yang cenderung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Serbuan Vaksinasi Kodim 1606/Mataram Berlanjut, Kali Ini Giliran SMKN 1 Mataram
“Penguatan sistem rujukan maternal dan neo natal melalui pemenuhan sarana prasarana alat kesehatan juga sangat penting sekali, untuk meminimalisir terjadinya kematian ibu dan bayi,” katanya.
Selain peran desa, ia juga mengharapkan peran organisasi profesi, terkait pemerataan SDM dan peningkatan kompetensi. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






