
GerbangIndonesia, Lotim – Meski kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lombok Timur sudah kosong dan capaian vaksinasi mencapai 70 persen lebih, namun pembelajaran tatap muka (PTM) belum bisa dilakukan secara normal. Hal tersebut dikarenakan sampai hari ini belum ada regulasi empat menteri yang menjadi pedoman untuk melakukan PTM secara normal.
Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!
“Kita harapkan normal, tapi aturan dari empat menteri yang kita pedomani belum ada. Jadi kita belum bisa melakukan secara normal,” terang Kadis Dikbud Lotim, Ahmad Dewanto Hadi saat ditemui di Selong, Rabu (17/11).
Kata dia, meski PTM belum bisa dilakukan secara, namun Dikbud Lotim sudah menambah jam belajar di satuan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) maupun SMP. Kendati demikian, PTM juga masih menggunakan sistem shift.
“Kami sudah menambah jam belajar. Sekarang satu hari anak-anak kita belajar sampai jam 12, tapi shift masih berlaku, karena kita masih terikat oleh edaran bahwa kapasitas kelas itu harus setengah dari biasanya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, meski kedaan Lotim sudah aman untuk menerapkan pembelajaran secara normal, dan para siswa sudah divaksinasi, namun sampai saat ini belum ada aturan yang membolehkankan belajar secara normal. Sehingga pihaknya hanya mencari celah dengan menambah jam belajar dan tetap memperketat penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Diresmikan, Jokowi: Kita Siap Jadi Tuan Rumah WSBK dan MotoGP
Dirinya berharap kepada semua sekolah agar tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti awal-awal munculnya Covid-19 di Lotim. Terlebih kepada para siswa dan guru agar tidak ada lagi penularan Covid-19 di tingkat sekolah.
“Kalau sudah ada aturan baru lagi kita akan respons cepat,” tutupnya. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli






