Lokasi pengungsian Selasa (7/12) cukup sepi. Korban banjir rob mulai membersihkan rumah mereka. FOTO JMH/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Warga Bagek Kembar Kecamatan Sekarbela Kota Mataram hingga Selasa sore (7/12) masih menempati lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi hingga kondisi cuaca sudah mulai membaik.

Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Dinas Sosial Kota Mataram, Andi Sazali Selasa (7/12) di Bagek Kembar mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pokok warga Bagek Kembar, Dinas Sosial sudah menyiapkan dapur umum. Keberadaan dapur umum di lokasi pengungsian yaitu selama tiga hari. Namun hal ini tergantung dari kondisi cuaca.

“Kemarin kita rencananya mau balik. Tapi buk kadis minta tiga hari sampai besok Rabu (8/12). Tapi lihat suasana ini kan,” katanya.

Disebutkan jumlah warga yang dievakuasi ke lokasi pengungsian yaitu sebanyak 37 kepala keluarga atau sebanyak 142 jiwa. Tenda yang disiapkan lebih banyak dimanfaatkan oleh ibu-ibu dan anak, sedangkan yang lain sudah ada yang kembali ke rumahnya.

“Sebagian di sini. Ada juga tenda yang lain. Tadi pagi mereka berkegiatan. Kalau yang laki-laki paling di rumahnya,” ujarnya.

Dalam sehari, jumlah nasi bungkus yang disiapkan Dinas Sosial Kota Mataram yaitu sebanyak 200 bungkus. Penyediaan makanan ini disiapkan dua kali yaitu siang dan sore hari.

“Kemarin rencananya kita masak di kantor, matengnya kita bawa kesini. Tapi kita disuruh masak di sini langsung,” tambah Sazali.

Makanan yang disiapkan terutama untuk anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Sehingga kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi. “Kemarin buk wali dan Ibu Wakil Walikota ke sini. Dia kasih abon dan ikan kering. Ada susu juga disisipkan dalam bungkusan untuk anak-anak,” jelasnya.

Sementara untuk kebutuhan air bersih, Dinas Sosial Kota Mataram memastikan tetap tersedia. Pasalnya sudah ada bantuan dari PDAM untuk kebutuhan air bersih.

“Ini sudah kita siapkan untuk air bersih juga,” kata dia.

Sejauh ini, Pemda hanya menyiapkan kebutuhan pokok kepada korban. Sedangkan kebutuhan obat-obatan belum tersedia. Meksipun demikian, belum ada keluhan dari para korban. Karena pihak RSUD Kota Mataram sudah memantau langsung kondisi korban banjir rob.

Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?

“Sebenarnya memberika pampers. Tapi kita tidak ada stok untuk itu. Tidak ada permintaan juga. Nanti kalau ada permintaan kita bisa koordinasi dengan Pemprov NTB,” ujarnya. (jmh)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here