GerbangIndonesia, Lotim – Terkait pengurangan jumlah honorer yang ada di Lombok Timur, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim hingga saat ini masih menunggu rekomendasi dari semua OPD, terkait nama-nama honorer yang bakal dikurangi.
Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19
Kepala BKPSDM Lotim, Salmun Rahman mengatakan, pengurangan jumlah honorer tersebut dikarenakan saat ini Pemkab Lotim mengalami kekurangan anggran sehingga tidak cukup untuk menggaji para honorer tersebut.
“Logikanya kan orang bekerja butuh upah. Sangat ironis sekali orang memperkerjakan pekerja tanpa upah. Karena ketersediaan anggaran untuk mengupah itu kurang berimbas pada pengurangan honorer itu,” ujar Salmun, Selasa (7/12).
Lanjut Salmun, jumlah tenaga honorer yang ada di Lotim saat ini sebayak 14.704 orang. Jumlah ini didominasi oleh tenaga guru. Namun dari semua honorer tersebut tidak semua bisa dibayarkan melalui APBD atau tersedia alokasi anggarannya.
“Jadi kan masing-masing OPD minta tambahan honorer, berarti kan ada yang tidak terbayarkan dan tahun ini kita dua kali kena pemangkasan karena Covid-19 ini,” katanya.
Adapun untuk melakukan pengurangan tenaga honorer nantinya akan dilihat melalui kinerja masing-masing honorer yang dinilai langsung oleh masing-masing kepala OPD.
Untuk jumlah tenaga honorer yang akan dikurangi, dirinya belum mengetahui secara pasti. Mengingat sampai saat ini belum ada usulan yang masuk.
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
“14 ribu honorer itu kan SK-nya berakhir pada Desember ini, berarti yang tidak diperpanjang kontraknya itu yang akan dikurangi. Sebenarnya bukan pemangkasan hanya saja tidak diperpanjang SK-nya, karena kan SK honorer ini berlaku satu tahun,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







