Lokasi pengungsian Selasa (7/12) cukup sepi. Korban banjir rob mulai membersihkan rumah mereka. FOTO JMH/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Kondisi cuaca saat ini sudah mulai membaik. Ratusan warga yang dievakuasi Senin (6/12) lalu di Bagek Kembar Kecamatan Sekarbela pun berangsur kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor Kamis (9/12) di Mataram. Ia mengatakan, sejak Rabu (8/12) kemarin warga yang tinggal di tenda pengungsian sudah kembali ke rumah masing – masing. Warga sudah mulai beraktifitas seperti biasanya. Dimana, jumlah warga yang dievakuasi pada saat banjir rob yaitu sebanyak 37 KK dengan 142 jiwa.

“Sudah mulai kondusif. Tidak hujan dan gelombang juga sudah mulai landai. Warga yang kita evakuasi per sore kemarin sudah kembali ke rumah masing-masing tidak lagi di tenda pengungsian,” katanya.

Kendati warga sudah kembali ke rumah masing-masing, tenda yang disiapkan BPBD Kota Mataram masih tetap disiagakan. Hal ini untuk mempermudah pengawasan hingga kondisi kembali normal seperti sebelumnya. Karena nantinya ada personil BPBD yang akan menempati tenda tersebut untuk memantau warga setempat.

“Satgas akan berada disana sekaligus untuk patroli. Posko disana akan standby hingga eskalasi kalau cuaca akan tetap seperti ini hingga dua tiga hari kedepan kita akan bongkar,” tegasnya.

Sementara untuk ketinggian gelombang saat ini sudah mulai normal yaitu 1 meter. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melaut.

“Gelombang sudah sampai 1 meter. Melihat kondisi masih mengimbau untuk tidak melaut dulu sepnajang pantai ampenan,” pinta Kalak BPBD Kota Mataram.

Bantuan logistik untuk warga setempat untuk saat ini sudah tidak lagi didistribusikan. Namun jika ada warga yang masih belum bisa beraktifitas seperti semula, pemda akan menyalurkan bantuan kembali. Karena saat ini, dapur umum yang sudah disiagakan selama bancana ditarik kembali oleh Dinas Sosial Kota Mataram. Karena kondisi sudah mulai membaik.

“Rabu kemarin juga dapur umumnya sudah ditarik oleh Dinas Sosial. Karena kan warga yang dievakuasi sudah kembali ke rumahnya,” ungkap Mahfuddin.

Status siaga darurat bencana ini masih tetap berlangsung hingga April mendatang. Sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?

“Kota Mataram dan kabupaten kota lainnya di NTB, sesuai dengan arahan dari pusat  dan juga dari Provinsi NTB, status siaga darurat banjir, longsor, angin puting beliung itu dari November 2021 hingga April 2022,” tutupnya. (jmh)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here