GerbangIndonesia, Lotim – Kabupaten Lombok Timur berhasil menjadi terbaik dalam pelaksanaan Konvergensi kasus Stunting tingkat Provinsi NTB. Hal tersebut terlihat dari Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) di Lotim yang sudah terinput mencapai 90 persen.
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taufik menyampaiakan saat ini angka stunting di Lotim, dinilai mengalami penurunan. Dimana jumlah stunting saat ini mencapai 19 ersen dibandingkan dengan sebelumnya selalu di atas 20 persen.
“Sekarang angka stunting kita menurun. Dulu selalu angkanya diatas 20 persen, sekarang sudah diangka 19 persen,” bebernya, Jumat (24/12).
Kata dia, penanganan stunting di Lotim, tidak hanya tugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saja, namun juga tugas semua pihak mulai dari Camat hingga Kepala Desa (Kades). Selain itu, dalam penanganan kasus stunting membutuhkan kesabaran penuh.
“Kita harus bersabar dalam pengamanan stunting ini, karena ini bukan seperti kita membangun gedung. Stunting ini butuh kesabaran penuh dan istiqomah,” jelasnya.
Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19
Dijelaskan Juaini, berdasarkan penelitian, 38,5 persen kasus stunting di Lotim disebabkan karena pernikahan dini yakni di bawah usia 18 tahun. Kendati demikian
angka stunting pada tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







