Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Pathurrahman. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA



GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur bersama Polres Lotim, Dikes Lotim, Puskesmas dan beberapa OPD terkait melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, H Pathurrahman menyampaikan, evaluasi tesebut dilakukan untuk mempercepat pelaksanan vaksinasi, khususnya untuk anak-anak. Sebab capaian vaksinasi saat ini dinilai masih amat sedikit.

“Ada beberapa hal yang kita evalusi terkait pelaksanan vaksinasi anak ini, karena masih ada kami temukan ada anak yang tidak berani divaksin,” terang H Pathurrahman saat ditemui di Polres Lotim, Senin (24/1).

Kata dia, capaian vaksinasi anak di Lotim saat ini mencapai 45.515 anak atau sekitar 56,92 persen. Sedangkan jumlah target sasaran sebanyak 150.250 anak.

Kata dia, kendala yang dihadapi oleh tim vaksinator dalam memberikan vaksinasi ialah masih banyak ditemukan orang tua siswa yang tidak mau anaknya divaksin dan tidak sedikit juga siswa yang takut untuk divaksin.

Selain itu, ada beberapa sekolah dan Madrasah Ibtidakyah (MI) hingga saat ini siswanya belum mau untuk divaksin. Sehingga kedepannya pihaknya akan melakukan edukasi yang lebih intens lagi terhadap sekolah dan para wali murid.

“Kita akan melakukan edukasi yang lebih massif lagi kepada orang tua murid agar anaknya mau divaksin, karena target kita 100 persen. Sedangkan sekarang masih 56 persen,” katanya.

Adapun terkait adanya surat rekomendasi dari orang tua murid untuk bisa melakukan vaksinasi yang beredar di tengah masyarakat, hingga saat ini Dikes Lotim belum menerima adanya aturan yang mengharuskan anak membawa surat rekomendasi itu. Sebab, vaksinasi terhadap anak 6-11 tahun tersebut merupakan program nasional yang digelar secara menyeluruh.

“Yang perlu disiapkan oleh orang tua adalah kesehatan anak, pola makan, istirahat yang cukup dan terbuka kepada petugas ketika secerining terhadap penyakit yang diderita untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan nantinya,” ungkapnya.

Sementara adanya sekolah di Lotim yang siswanya didampingi langsung oleh orang tuanya ketika vaksin, dirinya sangat mengapresiasi hal tersebut. Hal ini sebagai langkah untuk mensuport anak untuk bisa melakukan vaksinasi.

Ditargetkan capaian vaksinasi anak di Lotim mencapai 100 persen sampai bulan Februari mendatang. Sementara untuk ketersedian vaksinasi untuk anak masih kondisi aman. Sehingga untuk ketersedian vaksin dinilai bukan sebagai kendala untuk bisa mempercepat capaian vaksinasi anak di Lotim.

“Kalau kita kekurangan vaksin kita bisa koordanisakan langsung kepada provinsi, tapi stok vaksin kita masih aman sampai sekarang,” jelasnya.

Baca Juga: Resmi Tersangka, Ustad Mizan Qudsiah Diamankan Polda NTB

Berdasarkan laporan dari setiap Puskesmas, capaian vaksin yang paling rendah berada di Puskesmas Denggen. Sedangkan yang paling tinggi di Puskesmas Kalijaga. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here