Kadis DP3AKB Lotim, H Ahmat. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA



GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, optimistis kasus kekerasan terhadap anak tahun ini bisa ditekan.

Baca Juga: Optik Bersama Siapkan 100 Unit Kacamata Baca dan Minus Gratis, Ini Syaratnya..

Kadis DP3AKB Lotim, H Ahmat menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini kasus kekerasan terhadap anak di Lotim tergolong sangat tinggi. Dari 21 kecamatan yang ada di Lotim, kasus kekerasan anak didominasi oleh anak hamil di luar nikah.

“Setelah itu disusul dengan kekerasan seksual kemudian pemukulan,” terang H Ahmat, Jumat (28/1).

Pada tahun 2021 lalu, angka kekerasan terhadap anak di Lotim tercatat sebanyak 406 kasus. Kasus tersebut diantaranya ialah kasus anak hamil di luar nikah, kekerasan seksual, pemukulan dan pernikahan anak.

“Puncak naiknya kasus ini pada tahun 2021 ini pada bulan Juli. Disana angkanya sangat tinggi hampir 200 kasus,” jelasnya.

Meski angka kekerasan terhadap anak pada tahun 2021 tersebut tergolong tinggi, namun Ahmat menilai kasus pada tahun 2021 tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada 2020 ketika masa Pandemi Covid-19.

Disebutkan nya, berdasarkan data yang ada, pada tahun 2020 jumlah kasus kekerasan terhadap anak secara umum yang terjadi di Lotim tercatat sebanyak 500 lebih kasus. Sehingga dengan melihat ada, penurunan kasus pada tahun 2021 lalu, dirinya berharap agar kasus kekerasan anak di Lotim bisa ditekan.

Baca Juga: Waw… FC Barcelona Bakal Bikin Sekolah Bola di NTB, Begini Konsepnya..

“Ada penurunan jumlah kasus tahun 2021 itu. Kita akan berupaya untuk menekan sekecil mungkin kasus kekerasan anak di Lotim ini,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here