Kegiatan Dauroh Qiroatul Quran untuk para Pembina. Kegiatan ini berlangsung 1-2 Februari 2022 di Masjid Rahmatan Lil’alamin Ponpes Al-Madani Lombok Timur. FOTO ISHAQ BAEDHOWI/GERBANG INDONESIA





GerbangIndonesia, Lombok Timur – Pondok Pesantren Al-Madani Lombok “Pusat Pembibitan Penghafal dan Pemangku Al-Quran” menggelar kegiatan Dauroh Qiroatul Quran untuk para Pembina. Kegiatan ini berlangsung 1-2 Februari 2022 di Masjid Rahmatan Lil’alamin Ponpes Al-Madani Lombok Timur.

Baca Juga: Optik Bersama Siapkan 100 Unit Kacamata Baca dan Minus Gratis, Ini Syaratnya..

Kiyai Anwar Syafi’i, Lc selaku Katib Aam Ponpes Al-Madani Lombok menyampaikan, Program Tahfiz merupakan salah satu program unggulan yang ada di Al-Madani. Sehingga Dauroh Qiroatul Quran ini diadakan dan diikuti oleh para pembina, serta Ustadz dan Ustazah yang tinggal di asrama bersama para santri.



“Dauroh ini kami lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM para Pembina. Sehingga kedepan para santri juga kami harapkan lahir dan tumbuh tidak hanya sebagai penghafal, namun juga memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai ilmu Al-Qura,” ungkapnya.

Kegiatan ini sendiri diisi oleh narasumber Alumnus “Kulliatul Quran Wal Qiro’at” Universitas Al-Azhar Kairo Mesir TGH Azwar Anas Lc dan diikuti oleh setidaknya 50 pembina putra dan putri.

Dalam kajiannya, TGH Azwar Anas menilai bahwa mempelajari ilmu Al-Quran dan Qiroat sangatlah penting. Agar semakin banyak penerus yang menebar cahaya dan memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Dengan belajar Qiroat kita tidak mudah menyalahkan orang lain dalam membaca Al-Quran, karena terdengar aneh dan berbeda. Padahal itu ada ilmunya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kegiatan Dauroh ini merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya menghafal Quran. Sebab ia melihat para peserta bersungguh-sunguh dalam mengikuti kegiatan, semangat dan juga tenang selama kegiatan berlangsung.



“Kesadaran menghafal (Quran) tidak datang dengan sendirinya, perlu murajaah, kerja keras, dan juga bagi orang tua atau guru perlu membimbing anaknya setiap hari agar sealu berada di jalan Allah,” pesannya.

Salah satu peserta Dauroh asal Jawa Timur, Ustadz Ahmad Rusendi Al-Hafidz (Pembina) mengaku setelah mengikuti Dauroh Quran ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga hafalan dan mengamalkannya.

Baca Juga: Waw… FC Barcelona Bakal Bikin Sekolah Bola di NTB, Begini Konsepnya..

“Semoga Allah mudahkan kita dalam mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari. Doakan kami agar selalu istiqomah di dalam perjuangan ini,” tukasnya. (haq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here