GerbangIndonesia, Lotim – Tingkat kehilangan air PDAM yang tersalurkan ke sejumlah pelanggan di Lombok Timur dinilai masih tinggi. Pada tahun 2020 lalu saja, jumlah kehilangan air atau NRW tercatat sebanyak 38 persen.
Baca Juga: Optik Bersama Siapkan 100 Unit Kacamata Baca dan Minus Gratis, Ini Syaratnya..
Dirut PDAM Lotim, Mudhan menyampaikan jumlah NRW di Lotim sampai saat ini diakuinya masih tinggi dan akan menjadi PR bagi PDAM. Dari jumlah 38 persen angka NRW yang terjadi pada tahun 2020, pihaknya baru bisa menurunkan jumlah NRW sebanyak 3-4 persen saja pada tahun 2021.
“Yang sekarang kita lakukan adalah bagaimana kita menurunkan jumlah NRW ini, karena jumlahnya masih besar. Dan itu yang sekarang terus kami lakukan untuk menurunkan NRW itu,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Sabtu (5/2).
Kata dia, tingkat kehilangan air atau NRW paling besar terjadi pada jaringan transmisi dan jaringan distribusi juga terjadi pada konsumen.
NRW yang terjadi pada konsumen tersebut disebabkan karena banyaknya water meter pelanggan yang tidak terbaca, tidak normal dan banyaknya Water Meter pelanggan yang tertimbun.
“Namun pada pelanggan ini saat ini kita tengah melakukan pergantian water meter kepada water meter yang tidak terbaca,” katanya.
Diakuinya, jumlah water meter pelanggan PDAM yang tidak terbaca dan tidak normal sebanyak 1000 lebih. Sehingga pada tahun 2022 ini pihaknya tengah melakukan pergantian water meter sebanyak 1500 bagi water meter yang tidak bisa terbaca dan tidak normal.
Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah melakukan sensus konsumen untuk mengetahui secara pasti jumlah konsumen PDAM yang ada. Sebab banyaknya water meter pelanggan PDAM yang tidak terbaca dan rusak.
Baca Juga: Waw… FC Barcelona Bakal Bikin Sekolah Bola di NTB, Begini Konsepnya..
“Jumlah konsumen kita saat ini sebanyak 31,180 konsumen, sehingga kita akan lakukan sensus konsumen lagi untuk mengetahui jumlah pasti pelanggan kita berapa karena banyak water meter pelanggan kita yang rusak dan tidak terbaca,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







