
GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah elemen masyarakat Desa Labuhan Lombok, menolak proyek tambak di pesisir Pantai Dusun Kayangan, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Ketua Forum Perempuan Desa Labuhan Lombok, Sholatia misalnya. Mewakili kaum perempuan di desanya, dirinya sangat tidak setuju dengan rencana pembangunan tambak tersebut. Kata dia, sebagai masyarakat pesisir, pantai adalah merupakan lingkungan yang paling banyak berhubungan dengan masyarakat. Sehingga jika pantai dialihfungsikan sebagai tambak, akan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.
“Belum beroperasi saja sudah berdampak buruk pada lingkungan kita. Air pantai kini kotor dan gatal. Baunya juga mengganggu,” ketusnya.
Ketua Forum Nelayan Desa Labuhan Lombok, Subki juga beranggapan sama. Dirinya juga menolak proyek tambak di wilayahnya.
“Keberadaan tambak ini pasti akan berpengaruh kepada hasil tangkapan ikan para nelayan. Jika ada tambak, ikan-ikan pada kabur ke tengah laut,” ulas Subki.
Begitu pun Ketua Forum Peduli Lingkungan Desa Labuhan Lombok, Zaenal Fatah. Dia menjelaskan, kepentingan masyarakat dan lingkungan lebih utama dibandingkan dengan keberadaan investor di desanya. Dari itu, Forum Peduli Lingkungan Desa Labuhan Lombok menyatakan tidak setuju dengan keberadaan tambak tersebut.
“Sekarang saja tidak ada lagi anak-anak main di pantai. Mandi di pantai, airnya gatal. Belum lagi ancaman limbah,” sesalnya.
Ketua Forum Pokdarwis Desa Labuhan Lombok, Haris Munandar juga turut berkomentar. Dia dengan tegas menolak pembangunan tambak di wilayahnya. Dia menjelaskan, saat ini desanya sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu dari 90 desa wisata. Bahkan sudah memiliki SK dari pemerintah pusat.
Pengelola Daiving School, Yuda Hartani juga merasakan dampak buruk atas keberadaan tambak tersebut. Dulu, kata dia, sebelum tambak di desa sebelah berdiri, wisatawan yang diving atau snrokeling di pantai cukup banyak. Bahkan tak jarang wisatawan mancanegara juga menjajal bawah laut pesisir Labuhan Lombok.
Namun semenjak proyek tambak itu muncul, wisatawan sudah tidak melirik pantai itu lagi.
“Airnya gatal. Yang lebih buruk, ekosistem laut banyak yang mati karena diduga tercemar limbah tambak,” katanya dengan nada kesal.
Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama
Atas persoalan ini, masyarakat pun berharap agar pemerintah daerah mengkaji ulang izin dari pendirian tambak tersebut. Di satu sisi, belum ada sosialisasi dari pemerintah daerah maupun perwakilan investor atas proyek pembangunan tambak tersebut. Sementara pihak perusahaan yakni PT. Panen Berkat Sejahtera yang ditemui wartawan belum berani memberikan keterangan. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli







