Gerbangindonesia, Lombok Utara – Seluruh wisatawan nusantara yang akan masuk ke Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) tidak diwajidkan harus melakukan vaksin booster terlebih dahulu. Terlebih menyambut pelaksanaan Moto GP Mandalika di mana sejumlah wisatawan tengah berlalu lalang keluar masuk pulau. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) KLU Raden Santio Wibowo, Kamis (17/3).
Baca Juga: Arti Unik Nama-nama Orang Bali, Dari Anak Agung Sampai Wayan-Komang
Pihaknya menampik berbagai isu yang menyebut jika masuk ke Gili Trawangan khususnya wisatawan harus vaksin booster lebih dulu. Ini disebutnya sesuai arahan pemerintah pusat yang memberlakukan kebijakan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dengan moda transportasi udara, darat, dan laut yang sudah divaksinasi dosis kedua tidak wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dari antigen dan PCR.
“Saya lihat ada Oknum yang tidak bertanggungjawab sengaja menjatuhkan Tiga Gili. Karena kita sama sama ketahui statemen Pak Luhut Binsar bahwa antigen, PCR, sudah dicabut tapi kenapa ada pemberitaan seperti itu,” ungkapnya.
Dijelaskan, belakangan ada pemberitaan dari media nasional yang menyebut jika masuk ke Gili Trawangan harus melakukan vaksin booster. Dengan begitu, tentu hal ini menurutnya sangat merugikan bagi para pengunjung pun pelaku wisata di pulau jelang Moto GP ini. Sejauh ini, ketika event berlangsung yaitu pada tanggal 18 sampai dengan 20 Maret Pemda melalui Dinas Kesehatan hanya menyediakan pos di Pelabuhan Bangsal.
“Dikes hanya sdiakan barcode scan paling tidak 2 kali vaksin tidak sampai ke booster kalau booster sama saja kita mematikan pengunjung dan merugikan kawan pelaku ditengah,” jelasnya.
Terkait isu tersebut, Santio mengaku ada reaksi dari kalangan pengusaha di Gili Trawangan yang mana mereka komplain kepada Dispar mempertanyakan kebijakan yang entah darimana rimbanya itu. Padahal diketahui, di Kawasan Mandalika saja tidak diberlakukan aturan harus melakukan vaksin booster untuk bisa menonton ajang balapan motor internasional tersebut. Hal lain, berbicara tingkat okupansi pihaknya belum bisa memastikan betul lantaran sifat yang dinamis dari para wisatawan baik di darat maupun di pulau.
“Terkait persoalan ini isu yang ingin jatuhkan Gili saya kira. Kita tahu sama-sama tingkat vaksin sangat tinggi di gili itu dan mereka jauh hari sudah lakukan vaksin lebih baik ketimbang desa-desa yang lain,” katanya.
“Kawan-kawan komplain dengan isu yang tak berdasar ini, Jadi kalau begini terkesan gili menutup diri sementara di mandalika tidak sampai seperti itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara dr. Abdul Kadir juga menampik jika masuk Trawangan harus melakukan vaksin booster. Pihaknya di dinas hanya bertugas memfasilitasi menyangkut seluruh warga dan wisatawan yang akan melakukan vaksin bahkan vaksin ketiga. Namun, ditanya menyangkut kebijakan masuk gili harus menunjukkan vaksin ketiga, ia menyebut tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut.
Baca Juga: Tegang! Kapolres Asahan Sampaikan Istilah “Drop Out”, Apa Artinya?
“Kita hanya menjembatani untuk vaksin, kami tidak tahu dan tidak pernah mengeluarkan aturan mewajibkan vaksin booster masuk gili. Namun, jika ada yang mau vaksin kita fasilitasi,” tandasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







