Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA





GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Internasional melakukan sosialisasi program dalam rangka penurunan angka stunting di Lotim. Dimana saat ini angka stunting di Lotim mencapai 18,52 persen. Sementara berdasarkan program nasional pada tahun 2024 mendatang angka stunting di Lotim harus mencapai 14 persen.

Baca Juga: Hujan di Sirkuit, Pawang Hujan Bilang Permintaan dari Pembalap!

“Untuk itu Pemkab Lotim dalam hal ini DP3AKB menggandeng beberapa NGO untuk mengatasi persoalan ini. Nah sekarang ini kita mengandeng Pland Internasional,” ujar Kepala Dinas DP3AKB Lotim H Ahmat saat ditemui seusai acara sosialisasi program penaganan stunting di Rupatama Kantor Bupati Lotim, Selasa (5/4).

Kata dia, program penanganan stunting tersebut nantinya akan dijalankan di dua desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Keruak dan Kecamatan Sakra Barat. Kedua kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang dinilai sebagai kecamatan dengan angka stunting tertinggi.

Selain itu, program lainnya juga akan dijalankan di setiap desa melalui masing-masing posyandu yang berbentuk pembelajaran kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita, remaja yang siap menikah.

“Yang jelas, itu nanti pelaksanaan 1000 hakika atau hari pertama kelahiran, yang dilakukan melalui program Pland internasional. Program ini dinamakan program Masmirah, yang siap memberikan informasi anak melalui aplikasi,” imbuhnya.

Disebutkan pula, desa yang terpilih sebagai lokasi penerapan program tersebut merupakan desa yang masuk dalam kriteria desa yang angka stuntingnya masih tinggi, dan angka Kematian Ibu dan Anak (AKI) masih tinggi. Sehingga program tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi tolak ukur tingkat keberhasil penekanan angka stunting di Lotim.

“Jadi nantinya program tersebut juga bisa direplikasikan di desa-desa lainnya, beserta model Program nya. Misalkan di desa ini model programnya seperti ini dan seterusnya,” sebutnya.

Baca Juga: Hujan di Sirkuit, Pawang Hujan Bilang Permintaan dari Pembalap!

H Ahmat berharap program-program yang akan dijalankan tersebut mampu menurunkan angka stunting di Lotim. Sehingga pada 2024 mendatang angka stunting sudah mengalami trend penurunan. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here