GerbangIndonesia, Lobar – Dandim 1606/Mataram, Letkol. Arm. Arief Rahman mendampingi Kasrem 162/WB, Kol. Inf. Sudarwo Aris Nurcahyo, S.Ssos., MM meninjau situasi dan kondisi masyarakat di Dusun Ganjar, Desa Mareje, Rabu sore (4/5).
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Dalam kesempatan tersebut, Dandim tak henti-henti mengajak warga Ummat Budha Dusun Ganjar yang ada dilokasi pengungsian untuk pulang ke rumah masing-masing. Bahkan warga juga diimbau untuk tetap beraktifitas dan berintraksi dengan masyarakat sebagaimana biasanya.
“Kalau melihat atau meganalisa situasi berdasarkan laporan anggota kami yang selalu aktif di lapangan, bahwa persoalan ini sesungguhnya bukan persoalan yang besar. Namanya juga kita hidup berdampingan, pasti ada saja riak-riak kecil yang kemudian bisa selesai secara kekeluargaan tanpa campur tangan pihak lain,” ucap Dandim.
“Dan ini bisa kita prediksi sendiri, mengapa ini bisa meluas hingga terjadinya pembakaran terhadap pemukiman penduduk,” lanjut Dandim.
Di hadapan Kasrem 162/WB dan sejumlah tokoh setempat, Dandim pula menegaskan, bahwa pihaknya siap menjamin keselamatan dan keamanan warga.
“Jika ada yang mencoba melakukan gerakan mengganggu Kamtibmas, maka mereka akan berhadapan dengan kami. Ya meski kehadiran TNI-AD disini bersifat membantu aparat kepolisian,” ujarnya.
Satu hal yang harus dipikirkan dari kasus ini kata Dandim, dimana ihwal persoalan ini tersulut oleh petasan. Maka keberadaan petasan yang sudah jelas dilarang, sudah saatnya untuk berpikir dan menarik benang merah kejadian kejadian lain yang disebabkan oleh ledakan atau letupan suara petasan tersebut.
Kemudian berdasarkan identifikasi kasus lanjut perwira dua melati itu, selama ini petasan seringkali merupakan sumber pemicu yang kerap memancing konflik dan sumber petaka. Petasan juga kerap merugikan masyarakat akibat kebakaran karena faktor kelalaian.
Untuk diketahui, pada Rabu (4/5) pukul 14.30 Wita, telah dilaksanakan mediasi perdamaian di rumah salah satu tokoh masyarakat. Hasilnya, bahwa kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak saling menuntut serta mau kembali hidup rukun berdampingan secara damai.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Dari itu mari sama-sama kita kawal sehingga tidak ada lagi provokasi dari pihak luar yang akan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Lombok Barat,” pinta Arief. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







