Gerbangindonesia, Lombok Utara – Asosiasi Pengusaha Gili Meno (APGM) menginisiasi kegiatan bersih-bersih Pulau Gili Meno. Kegiatan yang diselenggarakan Sabtu, (14/5) itu diikuti oleh ratusan warga baik dari kalangan buruh, ibu-ibu, hingga para wisatawan mancanegara (wisman) tak luput serta ambil bagian.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Lombok Utara Masrun, Senin (16/5) mengatakan, aksi clean-up atau bersih bersih akbar sebagai salahsatu upaya menarik kembali minat wisatawan untuk berkunjung ke Gili Meno setelah selama kurang lebih dua tahun pandemi Covid-19 menyebabkan kunjungan wisatawan ke pulau yang memilki danau ditengahnya itu sepi. Aksi difokuskan pada jalan-jalan Desa maupun jalur yang biasa dijadikan akses wisawatan dan saat itu kondisinya nyaris tertutup oleh semak-semak dan pepohonan tidak luput dari pembersihan.
“Meno kita bangkitkan lagi setelah tertidur selama kurang lebih tiga tahun covid-19 melanda. Kita mulai benahi akses jalan-jalan yang menjadi akses wisatawan yang ingin mengunjungi objek-objek tertentu agar wisataaan merasa nyaman,” ujarnya.
Dijelakan, tidak ada yang bisa diharapkan jikalau tidak wargamasyarakat sendiri yang mau bergerak karena sumber pendapatan ekonomi masyarakat ada di Meno sendiri. Meski, perhatian dari pemerintah daerah juga tetap diharapkan. Meno memiliki potensi yang besar bahkan lebih besar dari dua pulau lainnya seperti Gili Air dan Trawangan. Pasalnya, selain memilki keindahan alam laut, Meno juga memiliki keindahan alam berupa danau yang tidak dimiliki oleh daerah lain.
“Kami ingin berbenah karena pulau kami memilki potensi lebih. Kendati, semua masyarakat kami libatkan bahkan ibu-ibu rela meninggalkan dapurnya selama 2-3 jam untuk ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih jalan yang kami sebut aksi bersih-bersih akbar gili meno,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua APGM Zakaria yang akrab dipanggil Acok mengaku dalam aksi bersih-bersih itu semua terlibat bahkan buruh-buruh hotel BASK yang saat ini sedang membangun juga diberikan waktu 2-3 jam oleh manajemennya untuk ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih akbar Meno. sumber ekonomi masyarakat hanya mengharapkan kedatangan wisatawan. Paska covid-19 melanda, nyaris pendapatan warga sudah tidak ada lagi bahkan tidak sedikit yang harus menafkahi keluarganya dari bekerja sebagai buruh kasar.
“Kami prihatin dengan kondisi jalan ataupun jalur yang biasa dijadikan akses oleh wisatawan sebelum covid-19 melanda hampir semua tertutup. Oleh karena itu kami bersama Dusun merasa tergerak dan berkewajiban untuk membersihkannya,” ujar Acok.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa mengembalikan marwah pulau kami sebagai icon wisata di Lombok Utara ini. Sekaligus menambah minat wisatawan untuk berkunjung ke gili meno karena semua akses jalan yang tadinya tidak terurus sudah kembali nyaman,” pungkasnya. (iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







