GerbangIndonesia Lotim – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur, meminta kepada semua kepala desa (Kades) dalam mempergunakan Dana Desa (DD) agar tidak keluar dari empat item yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas DPMD Lotim, M Hairi. Dia menyampaikan, pengalokasian DD tahun ini dinilai berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana pengalokasian DD tahun ini tidak bisa keluar dari empat item besar yang telah ditentukan sesuai dengan Kepres Nomor 104 tahun 2021.

“Item pertama ialah BLT sebesar 40 persen, ketahanan pangan 20 persen, Covid-19 sebesar 8 persen dan kegiatan rutin kepala desa 38 persen. Tidak boleh keluar dari itu,” terangnya saat ditemui di kantornya, Senin (30/5).

Kata dia, jika ada Kades yang mengalokasikan DD keluar dari empat item besar tersebut maka desa tidak akan bisa mengeksekusi DD pada tahap selanjutnya. Mengingat pencairan DD dilakukan secara bertahap.

Dijelaskan pencairan dana desa dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebesar pertama 40 persen tahap kedua sebesar 40 persen dan tahap ketiga sebesar 20 persen.

“Jika pada tahap pertama pengalokasiannya menyimpang maka 40 persen tahap kedua tidak bisa dicairkan. Makanya Kades harus taat. Kalau tidak DD-nya akan tertunda,” jelasnya.

Lanjut dia, banyak Kades yang meminta agar pengalokasian DD husus BLT tidak terlalu besar. Tujuannya agar janji-janji politik kepada masyarakat segera terealisasi.

“Tapi saya bilang kepada mereka yang ngotot janji bisa diselesaikan tahun depan. Kalaupun ada prioritas silakan gunakan yang 38 persen, sisanya tahun depan,” sebutnya.

Selain itu, dalam penggunaan 20 persen DD untuk ketahanan pangan, dirinya juga menilai banyak kades yang masih keliru pemahamannya. Dimana 20 persen DD untuk ketahanan pangan hanya digunakan untuk pembuatan lumbung saja.

Padahal kata dia, ketahanan pangan tidak hanya berbentuk pembuatan lumbung saja, namun juga berbentuk lain. Seperti pembuatan usaha tani yang sangat berdampak terhadap kelangsungan pertanian.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Bisa juga melakukan penanaman buah alpukat di pekarangan kosong atau tangan yang lain yang bermanfaat, jadi tidak harus lumbung padi,” jelasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here