Ketua Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahim Kabar Muh Khotam Zam Zami SH MH, bersama Syekh Dr. Aldhaw Awadh al-Karim Ba Bikr, Sudan dan TGH Dr Solah Sukarno Wadi, L.C M, A. Saat mewisuda Santri dan Santriwati. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Ratusan Santri dan santriwati Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Baiturrahim Kabar, dari jenjang Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), dan Madrasah Aliyah (MA) diwisuda, Sabtu (4/6/2022).

Selain Ketua yayasan, turut hadir pula Syekh Dr. Aldhaw Awadh Al-Karim Ba Bikr, Sudan dan TGH Dr Solah Sukarno Wadi, L.C M, A.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Ketua Yayasan Ponpes Baiturrahim, Ustad Muh Khotam Zam Zami, SH, MH dalam sambutannya meyebutkan, dari sekian banyak santri dan santriwati yang diwisuda tersebut satu orang santri telah berhasil melanjutkan pendidikannya di Al-Azhar Kairo. Selain itu 3 orang santri berhasil mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi kesehatan dan 3 orang santri lainnya mendapatkan beasiswa dalam seleksi perguruan tinggi tingkat nasional.

“Yang tiga ini bebas memilih mau masuk diperguruan tinggi yang mana di Indonesia ini, semua perguruan tinggi siap menerimanya. Bukan dia yang diseleksi tapi dia yang menyeleksi perguruan tinggi mana tempatnya mau masuk,” terang pria yang kerap disapa Ustad Ami itu dalam sambutannya pada acara Wisuda Santri dan santriwati Ponpesnya Baiturrahim Kabar yang ke-XVIII, Sabtu (4/6).

Pemuda yang baru saja menyandang gelar magister itu menekan kepada santri untuk terus berjuang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga estapet perjuangan tetap terjaga bagi generasi selanjutnya.

Ia melihat semangat anak-anak dalam belajar baik di dalam kelas maupun dalam mengikuti program Ponpes lainnya sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari selama banyaknya para santri MI dan MTs yang diwisuda tersebut telah berhasil menghafal Al-Quran dan hadits dalam kurun waktu singkat.

“Alhamdulillah selama setahun efektifnya program Tahfiz Quran hanya delapan bulan sudah ada yang menuntaskan hafalannya dan itu sudah ditasmik oleh ahlinya,” sebutnya.

Dibhadapan para santri dan wali santri, dirinya juga berpesan agar orang tua tetap memberikan support kepada anak-anak mereka untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, meski dengan keterbatasan ekonomi. Sebab menurutnya masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk bisa melanjutkan pendidikan tanpa mengkhawatirkan keuangan.

“Banyak jalan menuju Roma, untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Walaupun tidak punya uang tapi banyak beasiswa yang harus kita tempuh, sehingga tidak perlu khawatir dengan keuangan,” ungkapnya.

Dirinya berpesan kepada para santri yang telah berhasil mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikannya untuk tidak sombong, menjaga salat, dan berbakti kepada kedua orangtua. Sebab kata dia, ketiga hal tersebut merupakan kunci dari kesuksesan.

Baca Juga:Geser Tiang Listrik Dikenai Rp 74 Juta Lebih, PLN UID Bali Angkat Bicara

“Jangan sombong, jalani hidup ini dengan biasa-biasa saja, jangan kau buat-buat hidup ini. Bergayalah sesuai kemampuanmu. Jika kamu adalah emas maka dimanapun kamu ditempatkan maka kamu tetap adalah emas,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here