GerbangIndonesia, Asahan – Perayaan HUT ke-95 sekaligus peresmian Gedung Gereja Methodist Maranatha Kisaran berjalan sukses, Minggu (12/6/2022).
Peresmian gereja yang beralamat di Jln. Panglima Polem No. 3 Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan ini dihadiri oleh Bishop Gereja Methodist Indonesia wilayah 1, Pdt. Kristi Wilson Sinurat, Sth Mpd, Rektor Universitas Methodist Indonesia, Pareses Gereja Methodist (DS) Distrik 6 wilayah 1, serta para pendeta yang pernah bertugas di Gereja Methodist Maranatha Kisaran.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Ibadah gereja yang dihadiri ratusan orang jemaat ini yang di pimpin oleh Pdt. Jonathan Situmeang. Sth Mth, kemudian doa syafaat oleh Pareses (DS) Distrik 6 wilayah 1, dan pengkhotbah Bishop GMI wilayah 1, Pdt. Kristi Wilson Sinurat, Sth Mpd.
Dalam khotbahnya, Bishop K.W Sinurat mengutip ayat Alkitab dari perjanjian lama, Hargai 2:7-9 tentang Kemegahan Bait Suci Baru.
“Kemegahan Bait Suci Baru bukan hanya dipandang dari segi fisik bangunannya saja, tetapi mampu mengaktualisasikan kasih dan damai sejahtera sesuai dengan pengajaran Tuhan Yesus sendiri. GMI Maranatha Kisaran, akan lebih megah jika dapat menghadirkan damai sejahtera dan kasih kepada semua jemaat yang ada di luar maupun di dalam gereja,” kata Bishop GMI Wilayah 1.
Ia kemudian memberikan pujian kepada panitia pelaksana pembangunan Gedung Gereja Methodist Maranatha dengan tidak meminta sumbangan atau bantuan apapun. Sebab gereja ini dapat berdiri dan selesai pembangunannya selama sembilan tahun melalui hasil swadaya anggota jemaat dan perantau yang berasal dari jamaat Methodist Kisaran yang ada di luar Kota Kisaran.
“Gereja Methodist Indonesia Maranatha Kisaran ini merupakan salah satu gereja tertua di Kota Kisaran secara khusus dan di Asahan secara umum,” tuturnya.
Baca Juga: Heboh Daftar Tunggu Haji Indonesia, Daftar Sekarang Berangkatnya 97 Tahun Lagi
Di akhir acara diadakan jamuan makan siang bersama dengan jemaat dan pemotongan kue ulang tahun, serta diisi dengan tarian tor-tor dari setiap group komsel, pemuda pemudi, remaja, dan anak-anak sekolah Minggu. (nuel)
Editor: Lalu Habib Fadli







