Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur, H Masyhur. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur meminta kepada masyarakat yang akan berkurban untuk segera melaporkan hewan kurbannya kepada UPTD Diskeswan terdekat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan yang akan potong.

Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, H Masyhur menyampaikan, Dikeswan Lotim telah memerintahkan kepada dokter hewan di semua UPT untuk tetap stadby di UPT masing-masing menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Sudah kita buatkan SK-nya agar di semua UPT itu stadby. Karena nanti kita juga akan melakukan pendampingan saat melakukan pemotongan,” terangnya saat ditemui di ruangannya, Senin (4/7).

Adapun untuk pembelian hewan kurban sendiri khusunya sapi, dirinya meminta agar masyarakat yang akan mengurban untuk membeli hewan di kandang-kandang terdekat yang bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Mengingat saat ini pasar hewan juga masih ditutup.

Kendati sapi yang dibeli tidak sakit dan dinyatakan bebas dari PMK oleh peternak, namun diharapakan para pengurban tetap melaporkan hewan kurbannya kepada dokter hewan yang ada di masing-masing UPT kecamatan.

“Jadi hewan yang telah dibeli itu langsung dilaporkan kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan yang ada di UPTD. Siapa tahu dia kena PMK atau baru kena. Silakan masyarakat melaporkan hewan kurbannya, jangan sampai hewan yang dikurban terkena PMK,” katanya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, hewan-hewan yang akan diqurban khususnya sapi juga akan diberikan vitamin, hal itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit PMK.

“Kita akan suntikan vitamin juga, tapi kalau sapi yang betul-betul sehat dan tidak pernah kena PMK kita tidak berikan. kita pastikan hewan yang dikurban itu betul-betul bebas dari PMK,” katanya.

Ia juga menekankan, selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, para dokter hewan juga diharapakan untuk mendampingi panitia agar menjalani SOP pengurban yang telah ditetapkan.

“Jangan sampai setelah pengurbanan dokter hewan itu hilang, tapi mereka juga harus melihat daging-daging dari hewan yang dikurban itu,” pesannya.

Disebutkan Masyhur, tingkat kesembuhan penularan PMK di Lotim saat ini telah mencapai 63 persen lebih. Sapi-sapi ternak yang masih sakit saat ini merupakan sapi ternak yang baru tertular.

Sementara itu, untuk pemberian vaksinasi pada hewan ternak di Lotim saat ini baru mencapai 559 ekor. Adapun stok vaksin untuk tahap pertama ini sudah habis, mengingat jatah uang didapatkan dari provinsi masih terbatas.

“Untuk tahap kedua nanti kita akan diberikan lagi. Tapi untuk tahap pertama ini sudah habis, karena hanya itu yang baru kita terima. Untuk tahap kedua kita masih menunggu berapa jetah yang kan kita terima lagi,” katanya.

Adapun sapi ternak yang akan divaksinasi tersebut merupakan sapi ternak yang belum pernah terkena PMK. Semntra bagi sapi yang sudah terkena PMK akan menunggu waktu 6 bulan sampai satu tahun baru bisa diberikan vaksinasi.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Yang tidak kena kita vaksin, kalau yang sudah kena harus menunggu enam bulan bahkan sampai setahun bisa baru bisa divaksin. Kalau yang sudah kena kita berikan obat,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here