GerbangIndonesia, Lotim – Tidak adanya pembatas jalan atau Guard Rail di Jln. Pusuk Sembalun Lombok Timur banyak dikeluhkan sejumlah pihak. Mengingat hal itu dinilai salah satu peyebab rawannya kendaraan yang terperosok ke jurang ketika mengalami kecelakaan maupun rem blong yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa.
Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Timur, Bq Farida Apriani menyampaikan jalan menuju Pusuk Sembalun itu merupakan jalan nasional. Sehingga kewenangan untuk pembuatan pembatas jalan itu berada di pemerintah pusat, sehingga Dinas Perhubungan Lombok Timur tidak memiliki kewenangan untuk pembuatan pembatas jalan jalan atau pemeliharaan jalan di kawan wisata tersebut.
“Itu kan jalan nasional, jadi wewenang untuk pembuatan pembatas jalan itu di pusat. Kita wewenangnya hanya mengusulkan saja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (14/7).
Meski tidak ada wewenang di pemerintah kabupaten, namun saat ini pihaknya bersama Dishub Provinsi akan membuat surat kepada pemerintah pusat dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk pembuatan pembatas jalan atau Guard Rail di area menuju Sembalun.
Kata dia, Kadis Dishub sebelumnya juga sudah bersurat untuk pembuatan pagar pembatas jalan di area Sembalun. Namun sampai saat ini belum juga bisa terealisasi.
“Kita tidak tahu apa sebabnya belum juga terealisasi sampai sekarang, mungkin karena tidak ada anggaran juga, kita tidak tahu. Yang jelas sebelum saya di Dishub juga pernah mengajukan untuk pembuatan pembatas jalan itu,” imbuhnya.
Meski jalan itu dinilai sudah sangat lebar namun tidak menutup kemungkinan kecelakaan bisa saja akan terjadi selama tidak ada pengan jalan. Sehingga jalan menuju Sembalun sudah semestinya untuk dibuatkan Guard Rail, mengingat di jalan tersebut sering terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan banyak korban jiwa karena tidak ada pembatas jalan yang menghalangi kendaraan ketika mengalami rem blong.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus bersurat dan berupaya agar segera dibuatkan Guard Rail di area itu, sehingga kecelakaan tidak ada lagi kecelakaan yang terjadi dan memakan banyak korban jiwa.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Kita akan bersurat kembali kita sertakan foto-foto dan hasil survei untuk kita kirim lagi ke BPTD supaya segera dibuatkan pembatas jalan,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







