
GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah peternak sapi di Lombok Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan pejantan untuk mengawinkan sapi ternaknya. Mengingat sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini layanan Inseminasi Buatan (IB) masih tutup.
Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana
Seperti yang dikatakan salah seorang peternak asal Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik Sahroni misalnya. Dia mengaku dirinya merasa kesulitan untuk mengawinkan sapi ternak miliknya. Sebab sejak merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi ternak layanan IB ikut disetop.
“Saya sudah cari kemana-mana untuk penyuntikan IB tapi tetap kosong dan tidak ada,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (15/7).
Kata dia, sapi ternak miliknya sudah tiga kali mengalami estrus atau berahi karena ingin kawin atau di suntikan IB. Namun dirinya tidak kunjung mendapat pelayanan IB maupun kawin secara alami.
Di satu sisi, Ia menilai melakukan kawin secara alami pada masa PMK ini sangat berisiko untuk tertular penyakit PMK dan ternak sangat rawan terkena patah tulang. Selain itu di daerahnya juga jarang ditemukan sapi pejantan yang siap kawin.
“Jarang yang punya pejantan di sini. Ada sih di sini satu yang punya pejantan, tapi keadaan sapinya juga masih dalam tahap pemulihan karena sapi itu pernah terjangkit PMK,” katanya.
Karena tak kunjung mendapatkan layanan IB, dirinya sempat melakukan kawin secara alami. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil karena sapi betina miliknya tidak bisa hamil. Menurutnya hal itu disebabkan karena sapi pejantan yang mengawini sapinya pernah terjangkit PMK.
“Mungkin karena sama-sama pernah terjangkit PMK, makanya tidak bisa berhasil,” katanya.
Dirinya berharap layanan IB segera dibuka kembali oleh pemerintah, agar sapi peternak bisa berkembang biak dan peternak tidak merugi. Kata dia bukan hanya dia saja yang mengeluhkan hal itu, namun masih banyak lagi peternak yang sapinya mengalami hal serupa.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Bayangkan sapi saya sudah tiga kali berahi kawin, kalau dia berhasil yang tiga kali itu sudah lumayan kita dapatkan sapi,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli




