
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Rencana pemerintah daerah membangun Rumah Sakit Tipe D di wilayah Amor-amor Kecamatan Kayangan telah ditembuskan ke pemerintah pusat. Pemerintah daerah telah mengirim proposal serta persyaratan pendukung lainnya guna mendapat dukungan support anggaran.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Kepala Bidang Yankes Dikes Lombok Utara, Hilwan Jauhari belum lama menyampaikan, pembangunan RS tipe D telah disusun proposalnya dan bahkan sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Di dalam ajuan proposal yang disampaikan pembangunan RS Tipe D membutuhkan anggaran mencapai Rp 80 miliar dengan alokasi untuk pembangunan sarana gedung, landscep dan peralatan Alkes pendukung.
“Pusat telah merespons positif rencana ini, namun dengan catatan daerah diminta turut kontribusi membantu sebagian pendanaannya,” ungkapnya.
Pemerintah pusat, klaimnya akan memasukan program pembangunan RS tipe D sebagai rencana strategis, namun tidak memungkin untuk disuport pada tahun anggaran 2023, oleh pemerintah pusat dijanjikan pada tahun anggaran 2024 mendatang.
“Untuk kebutuhan lahan telah disiapkan seluas 5 hektare yang berlokasi di depan lahan vokasi Unram yang ada di Amor-amor Kecamatan Kayangan. Sehingga untuk lahan tidak menjadi persoalan saat ini,” jelasnya.
Wacana pembangunan RS tipe D di Lombok Utara jelasnya sejatinya sudah memenuhi syarat baik itu lahan maupun jumlah penduduk, sesuai dengan ketentuan nya jumlah penduduk untuk satu rumah sakit didukung dengan adanya penduduk minimal 100 ribu jiwa. Sementara di Lombok Utara sendiri jumlah penduduk mencapai 200 ribu lebih jiwa, sehingga memungkin untuk adanya dua rumah sakit.
“Adanya rumah sakit tipe D juga menjadi penyangga bagi RSUD Tanjung yang ada saat ini untuk bisa naik kelas, dari tipe C ke B,” tuturnya.
Tidak hanya demikian kata Hilwan RS tambahan yang ingin dibangun pemerintah di wilayah timur jelas sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mengingat jarak tempuh wilayah bagian timur cukup jauh untuk ke RSUD Tanjung. Keberadaan RS tipe D nantinya disiapkan tenaga medis yang cukup dengan diduking dokter spesialis dasar seperti spesialis kandungan, anak, dan penyakit dalam.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Lokus kita juga untuk menekan angka kematian ibu nol (Akino),” pungkasnya. (iko)
Editor:Lalu Habib Fadli




