
GerbangIndonesia, Lotim – Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lombok Timur menggelar demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lotim, Kamis (1/9). Aksi ini terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pertalite dan solar yang direncanakan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
Kordum Aksi, M Faozi Taufiq menilai kenaikan harga BBM akanberdampak juga terhadap kenaikan harga baan pokok dan komuditas lainya. Sementara saat ini masyrakat baru saja bangkit prekonomiannya setelah di hantam oleh Pandemi Covid-19 selama dua tahun terkhir ini.
“Saat ini ekonomi masyrakat baru saja mulai pulih kartena terdampak oleh Covid-19, tapi pemerintah malah mau menaikkan harga BBM bersubsidi lagi. Ini artinya pemerintah mau membunuh masyarakat kalangan bawah,” tegas Faozi dalam orasinya.
Kata dia, sekitar 80 persen masyarakat kalangan bawah, baik para petani, nelayan dan pelaku UMKM menggunakan BBM bersubsidi di Indonesia khusunya di Kabupaten Lotim. Sehingga hal itu dinilai akan sangat berdampak terhadap kenaikan harga bahkan kemungkinan akan banyak masyarakat yang akan kehilangan pekerjaan lagi karena kenaikan harga BBM ini.
Selain menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, massa aksi juga meminta kepada pemerintah agar segera menghentikan pembahasan kebijakan pengurangan subsidi BBM dan mengkaji ulang kenaikan harga BBM.
“Kami minta kepada Pemerintah agar memperketat pendistribusian BBM bersubsidi,” ujarnya.
Selain itu, massa aksi juga meminta pemerintah segera mengalihkan anggaran pembangunan yang tidak berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat dan meminta mengenakan pajak progresif bagi mereka yang memiliki kekayaan untuk menambal subsidi rakyat.
Massa aksi juga meminta agar tuntutan-tuntutan tersebut disampaikan langsung oleh DPRD Lotim kepada pemerintah pusat. Harapannya harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan karena hal itu dinilai sangat merugkikan rakyat.
“Kami kinta agar aspirasi kami ini segera ditindak lanjuti untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. Aturan pemerintah ini tidsk pro terhadap rakyat, ini sangat menyengsarakan rakyat. rakyat baru saja berjuang untuk bangkit dari pandemi alah sekarang haraga BBM dinaikkan,” pungkasnya.
Massa aksi yang ditemui langsung oleh Wakil Ketua DPRD Lotim, M Badran Achsyid menyampaikan bahwa terkait kenaikan harga BBM tersebut merupakan perhatian semua pihak termasuk DPRD Lotim. Sebab kata dia, jika harga BBM ini naik, maka akan berdampak terhadap semua sektor.
“Jika BBM ini naik maka harga produksi akan naik otomatis harga jual juga akan naik,” terang Badran.
Disebutkannya semua kalangan masyarakat akan merasakan dampak dari kenaikan harga BBM ini, sehingga DPRD akan menyerap semua aspirasi dari massa aksi untuk diteruskan kepada pemerintah pusat bahwa masyarakat Indonesia masih sangat butuh subsidi BBM.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun
“Terimakasih kepada ke teman-teman LMND telah menyuarakan aspirasi masyarakat khusunya masyarakat Lotim,” pungkasnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






