Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat menghadiri pelepasan PMI asal NTB. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 131 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diberangkatkan tanpa biaya ke Malaysia. Penempatan kerja mereka nantinya di perkebunan sawit dan karet.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy membuka sambutannya saat pelepasan PMI tersebut dengan mengisahkan sulitnya PMI asal Lombok Timur yang menempuh jalur non prosedural atau ilegal.

“Ketika bertugas di Riau dulu, saya menyaksikan sendiri betapa sulitnya harus mencari tekong atau calo pengiriman PMI ke luar negeri yang akan membawa para PMI ke Malaysia,” tuturnya di hadapan para CPMI yang berkumpul di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, Selasa (20/9).

Dari jumlah PMI yang diberangkatkan sebanyak 80 persen PMI berasal dari Lotim. Karenanya ia sangat antusias melihat para PMI yang berangkat melalui jalur prosedural itu.Terlebih mereka berangkat tanpa biaya (zero cost).

Dihadapan para CPMI dan anggota DPD RI yang hadir dalam acar tersebut, tidak lupa pula ia memberikan dukungan semangat sekaligus dan mengingatkan para PMI untuk meraih keberhasilan haruslah memiliki target dan perencanaan untuk merealisasikannya.

“Kami berharap suatu saat nanti saudara-saudara (PMI-red) bisa menetap kembali di daerah ini sebagai pemberi kerja karena telah memiliki modal dan usaha sendiri,” harapnya.

Ia juga berharap agar para PMI tersebut dapat mengumpulkan pendapatan dan disisihkan sebagian sebagai modal usaha, di samping nafkah bagi keluarga dan pendidikan bagi anak-anaknya.

Selain itu para PMI juga diminta untuk tetap istiqomah atau memiliki komitmen terhadap pekerjaannya. Ia tidak berharap ada PMI yang keluar dari penempatan, sebab hal tersebut bisa mengubah status dari PMI yang legal menjadi ilegal dan merugikan diri sendiri.

“Kami berharap saudara-saudara semua agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan waktu secara optimal, karena saudara semua menjadi PMI menuntut rizki yang berkah,” pintanya.

Terkait pemberangkatan tanpa biaya itu, ia meminta para camat yang juga hadir di tengah para PMI itu, dapat meneruskan informasi tersebut kepada warga masing-masing yang berkeinginan bekerja di luar negeri. Dengan demikian tidak perlu ada PMI yang berangkat secara ilegal.

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada semua pihak yang memiliki kepedulian kepada para pekerja migran kita. Kami juga berharap agar apa yang dilakukan saat ini dapat mewujudkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu diserahkan pula buku rekening yang akan memudahkan PMI untuk melakukan transfer atau menabung.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

131 PMI asal NTB dilepas pada kesempatan tersebut, di mana 80 persen diantaranya berasal dari Lombok Timur. Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu daerah asal buruh migran terbesar di Indonesia. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here