
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Oknum pengusaha kapal cepat dari Bali diduga menjual tiket penyeberangan antar pulau tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air). Hal ini dirasa merugikan pihak Koperasi Karya Bahari (KKB) selaku penyedia jasa transportasi laut dari pulau ke Bangsal.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Betapa tidak, kapal cepat diketahui sudah membawa tamu dari Bali ke pulau, namun jika penumpang justru diakomodir dengan tiket, ini dirasa akan mematikan usaha lokal. Demikian diungkapkan Ketua KKB, Sabarudin, Rabu (5/10).
Menurutnya, kejadian ini terungkap dua hari yang lalu. Dimana muatan kapal cepat membludak namun muatan untuk kapal publik boat yang dikelola KKB justru kosong. Setelah ditelusuri, terdapat dua pengusaha kapal cepat yang menjual tiket untuk melayani jalur transportasi antar pulau.
Pihaknya lanjut Sabarudin, meradang dan langsung menegur oknum tersebut. Dari teguran itu terungkap jika satu pengusaha kapal cepat diketahui malah menjual tiket dengan jalur penyeberangan Bali-Tiga Gili- Bangsal, lalu oknum pengawai kapal cepat lainnya, disebutnya enggan mengakui perbuatan mereka.
“Itu tidak ada hak mereka tetapi secara kebetulan beberapa hari yang lalu kita temukan bukti bahkan pengusaha itu justru menjual tiket dari Bali dengan tujuan Bali-Tiga Gili-kemudian ke Bangsal. Berarti ini kan mereka sudah mengatur dari jauh sebelumnya,” katanya kecewa.
Dijelaskan, pihaknya di KKB yang mencakup puluhan anggota merasa dirugikan lantaran para penumpang yang idealnya menggunakan publik boat untuk menyebrang ke Bangsal, malah diserobot juga oleh kapal cepat. Padahal, kapal cepat ini selama ini hanya berkutat melayani penyeberangan dari Bali ke Tiga Gili dan Tiga Gili ke Bali tidak lebih. Atas kejadian inipun pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu.
“Pak Bupati responsnya baik dia cepat untuk menangani ini dan Bupati sendiri tidak menginginkan itu, supaya biarkan ini menjadi ranah pengusaha lokal,” jelasnya.
Terhadap hasil pertemuan dengan pimpinan daerah menyangkut kisruh tersebut, akhirnya menguapkan solusi dalam waktu dekat pihak pemerintah daerah akan memanggil seluruh pihak yang bertikai. Sabarudin menilai, pihaknya tidak menginginkan kejadian ini terulang lagi sebab ini pun menjadi warning kepada pengsuaha kapal cepat yang lain agar tidak melakukan hal (menjual tiket penyeberangan antar pulau dan ke Bangsal) serupa. Sebab jika ini terus dibiarkan maka KKB akan melakukan penindakan secara langsung.
“Kita akan terus pantau kita awasi sepenuhnya, apalagi kejadian penjualan tiket oleh oknum ini sudah kita laporkan ke Pak Bupati nantinya instansi terkait akan memanggil untuk menindaklanjuti persoalan ini,” tegasnya.
“Seharusnya kapal cepat ini cukup layani yang dari bali ke gili begitu sebaliknya. Kalau semua semua mau diambil bagaimana dengan kami,” imbuhnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Belum lama ini, pengusaha kapal cepat juga berkonflik dengan KKB lantaran sistem one gate yang akan dibuat oleh pemerintah justru tidak disetujui. Pihak kapal cepat menilai jika jalur trayek mereka yaitu meliputi Bali ke Tiga Gili bukan ke Bangsal sebagaimana akan ditentukan sebagai lokasi bongkar muat penumpang. Namun demikian, dengan adanya kasus ini justru kapal cepat melanggar aturan mereka sendiri dengan memfasilitasi penumpang menuju Bangsal.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






